SEGTA 2026 Usung 12 Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Energi Hijau ke Gili Iyang
Rektor Unair dan akademisi FTMM berfoto bersama setelah prosesi pemasangan rompi. -Rachma Alifia-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Konsisten mengusung campaign energi terbarukan, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) membuka program Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026. Acara berlangsung di Plaza Airlangga Kampus C pada Kamis, 30 Juli 2026.
Program pengabdian masyarakat berskala internasional itu melibatkan mahasiswa dari berbagai negara. Ada sebanyak 12 program berbasis energi hijau yang menjadi prioritas.
Seluruh program akan diterapkan di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, dan wilayah sekitarnya. Salah satu program pentingnya adalah edukasi terkait energi surya terhadap masyarakat dan pelajar.
Sedangkan, program-program fisik yang akan dilakukan dalam rangkaian pengabdian masyarakat meliputi bedah instalasi listrik, bedah motor listrik, dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:FISIP Unair Perkuat Sinergi Riset Kolaborasi Jatim Melaju 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri
Seremoni peluncuran SEGTA 2026 dihadiri Rektor Unair Mohammad Madyan, Dekan FTMM Unair Retna Apsari, dan Chairman SEGTA 2026 Yoga Uta Nugraha.
"Ini merupakan penyelenggaraan ke-5. SEGTA sudah berlangsung sejak 2022," ujar Retna dalam sambutannya. Dia berharap, program tersebut dapat terus berkembang, baik secara skala maupun konsepnya.

DEKAN FTMM Unair Retna Apsari menandatangani dokumen kerja sama di Plaza Airlangga pada Kamis, 30 Juli 2026. -Rachma Alifia-Harian Disway
Seiring berjalannya waktu, SEGTA juga berkolaborasi dengan kelompok mahasiswa asing dari berbagai negara. Seperti, Pakistan, Prancis, Thailand, dan Tiongkok.
"Saat ini kami sangat senang karena ada sekitar 118 peserta yang bergabung. Jumlahnya lebih banyak dari tahun lalu," lanjut Retna.
BACA JUGA:Pembentukan Satgas Tanggap Bencana Unair
BACA JUGA:Antropologi FISIP Unair Perkuat Kolaborasi dengan Pemdes Ngadirejo dalam Hilirisasi Ekonomi Hijau
Penyerahan rompi kepada peserta secara simbolis menandai kesiapan para mahasiswa dalam dan luar negeri terjun ke Gili Iyang. Dalam kesempatan itu, Retna juga meneken dokumen resmi SEGTA 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: