KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Jawa, Evakuasi Masih Berlangsung

Minggu 02-08-2026,15:44 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Insiden kebakaran melanda Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa, pada Minggu, 2 Agustus 2026 pagi. Kapal penumpang tersebut diperkirakan mulai terbakar pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat melintasi jalur pelayaran di kawasan perairan tersebut.

Informasi musibah baru diterima petugas pada pukul 08.30 WIB dan langsung memicu pengerahan tim penyelamat darurat. Meski penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, fokus utama petugas gabungan dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi saat ini tertuju pada evakuasi cepat seluruh penumpang dan awak kapal demi meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dalam penanganan insiden kebakaran yang dialami KM. Mutiara Sentosa 2 di perairan Laut Jawa. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal.

Dalam upaya penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan.

BACA JUGA:KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Masih Ada 40-45 Penumpang Belum Terevakuasi

BACA JUGA:Mesir Konfirmasi Kebakaran Kapal Gas AS di Pelabuhan Damietta Dipicu Serangan Drone

Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM. Mutiara Sentosa 2 adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung oleh kapal tersebut.

Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB. Hasnur 26, KM. Prakarsa Mas, KM. Meratus Pematang Siantar, dan KM. Transco Arafura.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penyelamatan berjalan dengan baik.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.

BACA JUGA:Kapal Angkatan Laut Tiongkok Berkunjung ke Surabaya, Warga Bisa Naik ke Atas Kapal, Catat Jadwalnya!

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, penumpang menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendirian posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.

Dirjen Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau perkembangan di lapangan dan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data selesai diverifikasi.

Kategori :