SAMPANG, HARIAN DISWAY – Persaingan pondok pesantren di ajang Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026 diyakini bakal seru. Para pengasuh pondok pesantren sangat serius dalam menyiapkan tim debat bahasa Mandarin.
Salah satunya, Pondok Pesantren Syekh Abdrurrahman Rabah Pamekasan. Ponpes ini merencanakan sparing partner untuk melatih keterampilan dan mental. Ponpes yang diajak sparing partner adalah Al-Majidiyah, Pamekasan. Pesantren tersebut merupakan juara Disway Mandarin Debate & Speech Competition tahun lalu. Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah KH Abdul Hamid Ahmad mengatakan lomba debat bahasa Mandarin membutuhkan mental yang kuat. Karena itu, sparing partner sangat penting. BACA JUGA:Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026, Adu Kemampuan Santri Berbahasa Mandarin BACA JUGA:Said Abdullah Ajak Kader PDIP Hidupi Pondok Pesantren dan Rawat Anak Yatim “Mereka akan berlatih berdebat dengan santri di luar pondok,” katanya. KH. Abdul Hamid Ahmad sudah bertemu dengan ustad yang membina program bahasa internasional di Pondok Pesantren Al-Majidiyah. Kedua pesantren sudah siap, tinggal menunggu restu dari pimpinan pesantren. “Saya akan menyampaikan rencana ini kepada pimpinan Pondok Al-Majidiyah, saya yakin, beliau-beliau akan mengizinkan,” ucap lelaki yang akrab disapa Kiai Hamid. Ia mengatakan kemampuan bahasa menjadi keterampilan penting bagi santri. Menurutnya, penguasaan bahasa dapat menjadi modal untuk membuka lebih banyak peluang setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. BACA JUGA:Deretan Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia: Perpaduan Tradisi, Ilmu, dan ModernisasiDirut Harian Disway Tomy Gutomo (tiga dari kiri) bersama Kepala SMK Darul Ulum II Al-Wahidiyah, Sampang KH Dedi Haryono (dua dari kiri) -Harian Disway- Karena itu, bahasa Mandarin tidak hanya diperkenalkan sebagai pelajaran tambahan. Pesantren memasukkannya dalam program pendidikan untuk membekali santri dengan kemampuan bahasa yang relevan dengan perkembangan zaman. “Bahasa merupakan modal santri untuk sukses. Karena itu, kami memberikan ruang bagi mereka untuk mempelajari bahasa Mandarin,” ujar Abdul Hamid. Manfaatnya mulai terlihat dari sejumlah alumni pesantren. Beberapa di antaranya mampu memanfaatkan kemampuan bahasa yang dimiliki untuk bekerja di perusahaan asing. Ada pula alumni yang menggunakan kemampuan Mandarin untuk mengajar kitab dengan pendekatan bahasa tersebut. Selain itu, Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026 diprediksi akan diikuti peserta baru. Mereka merupakan santri dari pondok pesantren yang belum ikut di tahun sebelumnya. BACA JUGA:Simulasi Makan Bergizi Gratis di Pondok Pesantren Krapyak, KKP Ajak Generasi Muda Penuhi Kebutuhan Protein Dengan Ikan BACA JUGA:Cak Imin Dukung Kemenag Bentuk Dirjen Pondok Pesantren Salah satunya santri Darul Ulum, Sampang yang mengenyam pendidikan di SMK Darul Ulum II Al-Wahidiyah Sampang. Sekolah tersebut sudah menyiapkan tim untuk berkompetisi di Surabaya. Kepala SMK Darul Ulum II Al-Wahidiyah Sampang KH Dedi Haryono mengatakan, keikutsertaan anak didiknya bukan semata untuk mengejar kemenangan. Kompetisi menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan bahasa Mandarin yang selama ini mereka pelajari. Ia menambahkan, pengalaman mengikuti kompetisi penting untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa. Mereka ditantang menggunakan bahasa Mandarin secara langsung dalam situasi kompetitif. “Kompetisi seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk menguji keterampilan yang mereka miliki. Mereka bisa mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Mandarin yang sudah dipelajari,” ujar Dedi. BACA JUGA:Silaturahmi ke Pondok Pesantren di Sampang, Fery Farhati Rustini Murtadho Minta Doa Restu untuk AMIN Dirut Harian Disway Tomy Cahyo Gutomo mengatakan Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026 dilaksanakan di Atrium Pakuwon Mall 2 Surabaya. Peserta akan beradu kompetisi di depan ribuan pengunjung. “Pengalaman yang luar biasa berdebat menggunakan bahasa Mandarin dan di depan publik,’’ katanya. Karena itu, ia mengajak para santri lain berpartisipasi menjadi peserta di event ini. Pendaftaran bisa melalui link bit.ly/PidatoMandarin2026 untuk lomba pidato dan bit.ly/DebatMandarin2026 untuk lomba debat. (*)