5 Perbedaan Mendasar Maag dan GERD Secara Medis

Selasa 18-08-2026,21:38 WIB
Reporter : Shafa Citra Faradisa*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Jika dibiarkan tanpa penanganan, gastritis berisiko berkembang menjadi tukak atau luka pada lambung.

Bahkan bisa memicu perdarahan pada kasus yang parah. Seperti munculnya feses berwarna hitam atau muntah darah.

Adapun GERD yang tidak ditangani berpotensi merusak jaringan esofagus secara permanen, memicu peradangan pita suara, hingga meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang lainnya.

Penanganan gastritis umumnya melibatkan antasida atau antibiotik bila disebabkan bakteri. Sementara GERD kerap memerlukan obat penghambat asam lambung. Seperti PPI dalam jangka waktu lebih panjang.

BACA JUGA:Perut Buncit? Coba Jalan Kaki 15 Menit Setelah Makan Malam

BACA JUGA:Makanan Enak, Perut Bersahabat: Rahasia Pencernaan Sehat dengan Makanan Fermentasi

Itulah perbedaan maag biasa dengan GERD. Meski sama-sama bikin perut tidak nyaman, keduanya butuh pendekatan penanganan yang berbeda pula.

Jika Anda sering merasakan gejala di atas, khususnya yang mengarah ke GERD, sebaiknya jangan ditunda-tunda buat konsultasi ke dokter. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kategori :