MALANG, HARIAN DISWAY – Universitas Negeri Malang (UM) mendorong inovasi produk UMKM Keripik Tempe Rohani. Yakni, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang mendapat pendanaan BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pendampingan tersebut diarahkan untuk mengembangkan tempe tidak hanya sebagai bahan baku keripik. Tapi diolah menjadi tepung tempe yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk turunan.
Program yang berlangsung sejak pertengahan 2026 itu menyasar UMKM Keripik Tempe Rohani milik Trio Andi Cahyono. Lokasinya di Jalan Tumenggung Suryo Nomor 90, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Usaha yang berdiri sejak 1988 tersebut selama hampir empat dekade menjadikan keripik tempe sebagai produk utama. Padahal, tempe sebagai bahan baku memiliki masa simpan relatif pendek.
BACA JUGA:KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Bantu Branding Arang Briket Legokulon, Dorong Sinergi Ekonomi Hijau
Pendampingan UMKM keripik tempe Rohani juga meliputi perluasan pangsa pasar-Universitas Negeri Malang-
Tim pengabdian UM kemudian menawarkan pengolahan tempe menjadi tepung sebagai salah satu solusi. Selain memperpanjang masa simpan bahan baku, tepung tempe membuka peluang diversifikasi produk.
Ketua tim pengabdian Prof. Ani Wilujeng Suryani, Ph.D., CA, mengatakan pendampingan dimulai dengan observasi langsung ke rumah produksi. Tim memetakan proses produksi, peralatan, variasi produk, kondisi usaha, hingga kebutuhan pengembangan UMKM.
Tim yang terdiri atas Tatas Ridho Nugroho, S.Pd., M.Pd., M.Ak., Arzendy Berlian Sabrina, S.Pd., M.Par., serta mahasiswa Fortunata Fatria dan Gracia Natali Adonia itu berdiskusi dengan pemilik usaha. Mereka membahas diversifikasi produk, peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital.
“Keberhasilan program bukan dari banyaknya peralatan yang diserahkan, tetapi kemampuan mitra mengoperasikan teknologi dan menerapkan pengetahuan setelah pendampingan selesai,” ujar Ani.
BACA JUGA:Universitas Mengajar Kepemimpinan, tetapi ’Kampus Kehidupan’ yang Mencetak Pemimpin
BACA JUGA:Tim Riskolab Jatim Melaju Paparkan Kemajuan Riset Ekonomi Hijau Bromo di Universitas Brawijaya
Dari pendampingan tersebut, UMKM Keripik Tempe Rohani mulai menghasilkan dua produk baru, yakni roti dan pastry berbasis tepung tempe. Dalam pengolahannya, tepung tempe digunakan untuk menggantikan sebagian tepung terigu.
Inovasi juga diterapkan pada sisi pengemasan. Tim UM memperkenalkan smart packaging yang dilengkapi QR code. Kode tersebut mengarahkan konsumen ke aplikasi berbasis website yang memuat profil dan katalog produk.
Konsumen juga dapat memberikan penilaian terhadap produk melalui kuesioner kepuasan. Selain itu, konsumen memperoleh kesempatan mengikuti undian melalui sistem yang terintegrasi dengan kemasan.