Sekarang: ”Trump Dividend”. Dan tentu saja: ”Trump Strait”.
Kalimatnya pendek. Mudah diingat. Bagus untuk potongan video. Bagus untuk televisi. Bagus untuk media sosial. Bagus pula untuk membuat lawannya marah itu yang kemudian tanpa sadar membantu menyebarkannya. Itulah taktik bahasa Trump.
Persoalan ekonomi yang membutuhkan 40 halaman laporan diubah menjadi: ”Mereka mencuri pekerjaan kita.” Persoalan perdagangan internasional diubah menjadi: ”Mereka menipu kita.” Persoalan migrasi: ”Tutup perbatasan.” Iran: ”Kita menang.” Hormuz? ”Trump Strait.” Dan, pemilu legislatif? ”Anggap saya ada di surat suara.”
Sederhana. Politik, di tangannya, menjadi seperti papan menu.
Janji Trump yang Betul-Betul Jadi?
Ini pertanyaan penting. Kalau semua ucapan Trump hanya dianggap omong kosong, analisis kita juga akan malas. Sebab, faktanya, sebagian agenda Trump memang telah dijalankan.
Salah satu tracker yang memantau 38 janji inti kampanye Trump 2024 mencatat per Agustus 2026: 16 janji atau sekitar 42 persen telah dipenuhi sepenuhnya; 5 atau 13 persen masih berjalan; 8 terlaksana tetapi dalam bentuk yang lebih kecil dari janji awal; 3 terhambat pengadilan; dan 6 belum terlaksana. Kategorisasi tentu bergantung pada metodologi tracker tersebut, tetapi angka itu memberikan gambaran yang lebih berguna daripada sekadar mengatakan Trump ”berhasil semuanya” atau ”tidak melakukan apa-apa”.
Jadi, kalau ditanya: berapa persen Trump benar-benar memenuhi janji besarnya? Jawaban paling hati-hati saat ini adalah: sekitar 42 persen sudah tercapai penuh menurut scorecard tersebut.
Bukan nol. Tetapi juga jauh dari seratus. Dan, kalau kita membuka isinya satu-satu, gambarnya lebih menarik.
Ketika Janji Jadi Tunai
Di Dallas, Trump menaikkan kelas pertunjukannya. Ia menjanjikan Trump Dividend sebesar USD5.000 kepada setiap warga dewasa Amerika Serikat (AS) jika Republik mempertahankan House dan Senate.
Kalimat kampanyenya luar biasa heboh: kalau Republik menang, Anda mendapatkan USD5.000.
Coba menjadi lawannya. Anda harus menjelaskan defisit. Utang. Congressional appropriation. Inflationary pressure. Revenue projection.
Trump hanya perlu mengatakan: ”Lima ribu dolar.”
Reuters memperkirakan, skema itu dapat menelan biaya sekitar USD1,35 triliun, dan AP mencatat pembayaran sebesar itu memerlukan persetujuan Kongres. Pendapatan tarif sendiri tidak serta-merta menyediakan dana sebesar itu.
Di sinilah seni omong-omong bertemu seni dagang.