6 Penyebab Utama Bisul, Bukan karena Makanan!

Kamis 24-09-2026,16:00 WIB
Reporter : Shafa Citra Faradisa*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Bisul atau furunkel kerap dikaitkan dengan mitos makanan tertentu. Seperti telur atau makanan berlemak.

Padahal, menurut penjelasan medis, penyebab utama munculnya bisul adalah infeksi bakteri. Bukan pola makan.

Kondisi itu terjadi ketika bakteri Staphylococcus aureus menginfeksi folikel rambut di kulit. Lalu memicu peradangan.

Hingga terbentuk benjolan berisi nanah. Infeksi itu bisa dialami siapa saja. Terutama di bagian tubuh mana pun yang memiliki folikel rambut.

BACA JUGA:7 Cara Alami Redakan Sakit Gigi Berdenyut

BACA JUGA:Bahaya! Infeksi Gigi Berlubang Bisa Menjalar ke Jantung dan Otak


Mengenal Akar Permasalahan Bisul yang Sebenarnya--Pexels

Anda sudah tahu, bisul pada dasarnya adalah infeksi kulit. Bukan reaksi terhadap makanan tertentu. Bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri itu adalah pemicu paling umum di balik kemunculan bisul. Sehingga kondisi itu juga sering disebut infeksi staph.

Bakteri tersebut sebenarnya sudah hidup di permukaan kulit dan dalam rongga hidung. Tanpa menimbulkan masalah.

Bisul baru muncul ketika bakteri ini berhasil masuk lebih dalam melalui folikel rambut yang rusak atau terluka.

BACA JUGA:7 Manfaat Tanaman Sirih Merah bagi Kesehatan, Terbukti Secara Ilmiah

BACA JUGA:7 Manfaat Daun Kelor bagi Tubuh, Superfood yang Kaya Nutrisi

1. Luka atau Lecet Kecil di Kulit

Goresan, lecet, atau gigitan serangga bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri tersebut masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Luka sekecil apa pun tetap berisiko. Apalagi jika tidak dibersihkan dengan baik.

Setelah bakteri masuk, sistem imun tubuh akan mengirim sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut. Proses itulah yang membentuk benjolan berisi nanah, atau yang dikenal sebagai bisul.

2. Folikel Rambut yang Rusak atau Tersumbat

Bisul terbentuk ketika satu atau lebih folikel rambut mengalami infeksi. Kondisi itu bisa dipicu oleh gesekan pakaian, cukur yang kurang bersih, atau pori-pori yang tersumbat akibat keringat berlebih.

BACA JUGA:Ini 7 Gejala Diabetes pada Anak, Orang Tua Wajib Waspadai sejak Dini

BACA JUGA:Tip Rawat Luka Diabetes di Rumah, Cegah Komplikasi Serius

Area yang sering mengalami gesekan dan kelembapan, seperti wajah, leher belakang, ketiak, paha, dan bokong.

Itu menjadi lokasi paling umum munculnya bisul. Karena folikel rambut di area tersebut lebih rentan iritasi.

3. Kontak Langsung dengan Penderita Infeksi Staph

Bisul dapat menular melalui kontak fisik langsung dengan orang yang sedang mengalami infeksi staph.

Tinggal serumah atau berbagi barang pribadi dengan penderita bisul turut meningkatkan risiko penularan.

BACA JUGA:Cara Mengurangi Gejala Autoimun Akibat Stres

BACA JUGA:6 Makanan Bernutrisi Tinggi untuk Memperkuat Imun Tubuh Secara Alami

Bakteri penyebab bisul juga bisa berpindah lewat handuk, pisau cukur, atau pakaian yang dipakai bergantian. Sehingga kebersihan barang pribadi menjadi faktor penting untuk dijaga.

4. Kondisi Medis Tertentu, Termasuk Diabetes

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena bisul. Karena penyakit itu membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.

Termasuk infeksi bakteri pada kulit. Kadar gula darah yang tidak terkontrol turut memperlambat proses penyembuhan luka.

Selain diabetes, ada kondisi lain yang memicunya. Seperti gangguan kulit tertentu atau sistem imun yang lemah akibat penyakit kronis.

BACA JUGA:5 Manfaat Stroberi dalam Menjaga Kesehatan Kulit

BACA JUGA:5 Khasiat Bunga Telang, Salah Satunya untuk Kesehatan Kulit

Bisa juga pengobatan tertentu yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi folikel rambut itu.

5. Obesitas dan Lipatan Kulit yang Lembap

Berat badan berlebih membuat area lipatan kulit lebih lembap. Area tersebut mudah mengalami gesekan.

Itu merupakan kondisi yang disukai bakteri untuk berkembang biak. Karena itu, obesitas turut disebut sebagai salah satu faktor risiko munculnya bisul.

Kombinasi kelembapan, gesekan, dan keringat pada lipatan kulit. Menciptakan lingkungan yang ideal bagi Staphylococcus aureus untuk menginfeksi folikel rambut di area tersebut.

BACA JUGA:5 Minuman Tradisional Nusantara yang Bikin Kulit Glowing Alami

BACA JUGA:Cara Menjaga Mata dan Kulit dari Iritasi di Tengah Udara Tak Bersahabat

6. Sistem Kekebalan Tubuh yang Melemah

Sistem imun berperan besar dalam mencegah bakteri berkembang menjadi infeksi serius. Terutana ketika daya tahan tubuh menurun.

Baik karena kelelahan, stres berkepanjangan, maupun penyakit tertentu. Saat itulah bakteri Staphylococcus aureus jadi lebih mudah menyerang folikel rambut.

Kondisi lingkungan yang padat dan kurang higienis juga bisa mempercepat penyebaran bakteri penyebab bisul. Terlebih di antara orang-orang dengan daya tahan tubuh yang belum optimal.

Kapan Harus ke Dokter

Sebagian besar bisul bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Seperti kompres air hangat.

BACA JUGA:6 Dampak Buruk Blue Light pada Kulit, Waspadai Risiko Penggunaan Gadget Berlebihan

BACA JUGA:Cara Merawat Kulit saat Cuaca Panas agar Tetap Sehat dan Lembap Sepanjang Hari

Tidak perlu ditekan atau dipecahkan secara paksa. Memencet bisul justru berisiko menyebarkan infeksi ke area kulit lain.

Namun, bisul berukuran besar, disertai demam, atau tidak kunjung membaik dalam beberapa hari sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Penanganan medis diperlukan agar infeksi tidak berkembang lebih serius. Termasuk risiko penyebaran bakteri ke aliran darah.

Mulai sekarang lebih perhatikan kebersihan kulit dan luka kecil sehari-hari agar bisul tidak mudah muncul. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kategori :