Dalam dunia yang makin sulit diprediksi, kemampuan menghasilkan lebih banyak energi dari sumber domestik memberi Indonesia ruang yang lebih besar untuk menghadapi guncangan dari luar. Namun, kapasitas pembangkit saja tidak cukup. Energinya harus dapat disimpan saat diperlukan, disalurkan ke tempat yang membutuhkan, dan tersedia dengan harga yang wajar.
Itulah pekerjaan besar transformasi energi Indonesia: memastikan energi terbarukan benar-benar bekerja untuk industri dan perekonomian. (*)
*) Didik Prasetiyono, wakil ketua umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI); peserta Global Solar and Battery Storage Industry Associations Gathering 2026 dan Third Roundtable on Powering the Renewable Energy Future di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.