WNI Dibunuh Pengidap Skizofrenia di Jerman: Ya… Sudah Nasib
ILUSTRASI WNI Dibunuh Pengidap Skizofrenia di Jerman: Ya… Sudah Nasib.-AI/ARYA-HARIAN DISWAY-
Isaac Hansen Averino, 24, WNI mukim di Kirchen, Rheinland-Pfalz, Jerman. Ia dibunuh pemuda 27 tahun, WN Jerman, tidak disebut identitasnya. Pengadilan Koblenz, Jerman, Selasa, 20 Oktober 2026, memutuskan, pelaku gila (skizofrenia paranoid) sehingga tidak dihukum pidana.
MAJELIS hakim Pengadilan Koblenz memerintahkan, pelaku langsung dimasukkan ke RS jiwa di Jerman yang berkeamanan khusus untuk waktu tidak terbatas demi keamanan masyarakat.
Sial banget. Baik di Jerman maupun di Indonesia, sama: tanpa sebab yang jelas, orang bisa dibunuh orang gila yang berkeliaran tanpa diketahui ciri-cirinya. Pelaku pun tidak bertanggung jawab secara hukum.
Kisah pembunuhan Isaac di Jerman, 18 Maret 2026, mengharukan. Ia lahir di Jakarta, 9 Agustus 2001, tinggal di Jakarta bersama keluarga. Ia anak pertama dari dua bersaudara dari pasutri Daniel Herryanto dan dr F.S. Yuliawati.
BACA JUGA:Senja Kala Delapan WNI yang Terseret Perang Rusia-Ukraina
BACA JUGA:Kemlu Investigasi Dugaan 8 WNI Direkrut Militer Rusia
Isaac lulusan Swiss German University, Alam Sutera, Tangerang Banten, 2023. Dari fakultas engineering & information technology, jurusan teknik mesin dengan konsentrasi mekatronika. Ia lulus dengan IPK 3,88. Lalu, ia bekerja sebagai junior engineer di PT Parama Lentum Artindo, Tangerang.
Kemudian, ia diterima kerja di HF Mixing Group di Jerman. Ia berangkat ke sana. Ia tinggal di rumah kos dua lantai dengan dapur bersama di lantai satu di Kirchen, Rheinland-Pfalz.
Yulia, ibunda Isaac yang tinggal di Jakarta, kepada wartawan menceritakan saat-saat akhir kehidupan Isaac. Yulia hampir setiap hari berkomunikasi via telepon dengan Isaac.
Yulia: ”Sehari sebelum terbunuh, Isaac beli sepatu. Itu atas saran temannya. Karena akan berganti musim dingin, butuh sepatu khusus. Isaac membelinya, dalam video call ia tunjukkan ke saya saat mencoba sepatu barunya.”
Esoknya, Rabu sore, 18 Maret 2026, Isaac menghubungi video call ke ibunya saat ia pulang kerja. ”Mami, nanti sampai rumah akan aku mau coba lagi sepatuku,” kata Yulia menirukan ucapan anaknyi.
Yulia mengingatkan bahwa Isaac harus selalu berhati-hati di negeri orang. Apalagi, Isaac pernah menceritakan bahwa rumah kosnya itu berada di wilayah yang sepi. Nasihat Yulia kepada Isaac, jika pulang kerja langsung pulang.
Isaac menjawab: ”Aman kok, Mam. Meskipun sepi, di sini aman.”
”Jangan bilang aman… aman… Isaac harus hati-hati.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: