BACA JUGA:Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Layanan Gratis bagi Muktamirin
Hari ini dan ke depan komitmen kami ini sudah kami rapikan nanti akan ada beberapa regulasi yang kita bahas agar ketika nanti jalan sirip-sirip ini tembus, tolnya tembus, ekonomi datang, wisatawan datang, masyarakat siap dengan area konservasi ini.
Berikutnya, komitmen kami jangka panjang adalah sampah. Sampah ini problem yang mendasar di semua area wisata. Bahkan area konservasi yang kemarin kita datangi masih ada sampah-sampah plastik di sana.
Maka pertanyaan besarnya, apakah pengelolaan sampah sudah pernah dilakukan dengan serius?
Jawabannya belum.
BACA JUGA:Sekjen Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati Soekarnoputri untuk Kader PDIP Jatim
Karena itu komitmen kami jangka panjang ini kami akan bangun suatu sistem strategis terintegrasi terkait dengan pengelolaan sampah dari area Malang Selatan.
Kenapa selama ini sulit dilakukan?
Salah satu kendalanya adalah medan. Di sini medannya pegunungan, akses sulit bahkan dari perkotaan kan berjam-jam. Maka untuk membenahi sistem persampahan terpadu ini butuh komitmen jangka panjang.
Salah satunya nanti kita akan usulkan supaya ada Peraturan Daerah yang spesifik mengatur terkait dengan tata kelola persampahan dan melindungi ekosistem Malang Selatan. Itu sih.
BACA JUGA:Konsolidasi Internal, PDIP Jatim Janjikan Kehadiran Langsung Kader hingga Akar Rumput
BACA JUGA:Konsolidasi Internal PDIP Jatim Singgung El Nino, Sebut Sudah Peringatkan Dampaknya sejak Lama
Terkait hutan di Kabupaten Malang, itu kan lewat kayak bayangan acara-acara ekologis tadi misalnya ada banjir kiriman atau tanah longsor.
Bagaimana efektivitas fungsi pengawasan DPRD terhadap penataan ruang hutan lindung?
Penerjemahan kami begini, secara umum Malang ini hutannya banyak dan kami nggak bisa masuk. Nggak bisa masuk kenapa? Karena ada batas-batas regulasi yang saling tumpang tindih satu sama lain.