Sopir Bus Maut Sumo Keluar RS, Masuk Tahanan

Sopir Bus Maut Sumo Keluar RS, Masuk Tahanan

KASATLANTAS Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso (kiri), Kanitlaka Ipda Basuni, dan Ade Firmansya. -Humas Polres Mojokerto Kota-

SURABAYA, DISWAY.ID- Ade Firmansya sudah pindah penginapan. Kendati sudah diizinkan pulang dari Rumah Sakit (RS) Citra Medika, Sidoarjo, Ade pindah ke Rumah Tahanan (Rutan) Polres Mojokerto Kota. Tim medis yang merawatnya sudah menyatakan bahwa sopir cadangan bus maut itu telah sehat. Bisa dilakukan penahanan.

Pria 29 tahun itu dirawat secara intensif karena mengalami luka-luka di sekitar kaki yang cukup serius seusai kecelakaan di tol Surabaya–Mojokerto (Sumo), Km 721-400. Akibat kecelakaan itu, 16 dari 30 orang penumpang meninggal dunia. Status Ade juga sudah naik menjadi tersangka. 

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Heru Sudjio Budi Santoso mengatakan, dari serangkaian proses pemeriksaan, pihaknya pun menetapkan Ade sebagai tesangka. Sopir itu resmi ditahan di Polresta Mojokerto sejak Minggu, 22 Mei 2022. 

”Iya, kemarin malam, pukul 20.00, kami tahan di mapolres,” ujar Heru saat dihubungi Harian Disway melalui jaringan telepon Senin (23/5). Sopir itu akan ditahan selama 20 hari. Sambil menjalankan penyidikan. 

Setelah penyidikan selesai, Ade akan dilimpahkan ke Kejaksaan Mojokerto. Perwira pertama dengan tiga balok emas itu menjelaskan, kondisi Ade juga sekarang sudah membaik. ”Sehat. Sudah dicek kesehatannya. Karena itu, kami lakukan penahanan,” ungkap Heru. 

Saat pemeriksaan, sopir cadangan bus PO Ardiansyah itu telah mengakui mengonsumsi sabu-sabu. Barang haram tersebut digunakan lima hari sebelum kecelakaan terjadi. 

Selain itu, saat membawa bus tersebut, kondisinya juga sedang mabuk. Ia menenggak minuman keras (miras) saat berada di tempat wisata dan saat bus tersebut istirahat salat Subuh di rest area. Sebelum akhirnya bus pariwisata itu mengalami kecelakaan. 

”Pengakuan Ade, ia mengonsumsi sabu pada 9 Mei. Artinya, saat itu sebelum bus itu berangkat. Tersangka juga mengakui tindakan itu sudah dilakukan empat kali selama tiga bulan terakhir. Alasannya, biar selalu fit,” paparnya. 

Mengonsumsi narkoba dan alkohol itulah yang diduga menjadi penyebab bus pariwisata tersebut mengalami kecelakaan di tol Sumo pada 16 Mei 2022. 

Sementara itu, sopir utama, yakni Achmad Ari Ardiayanto, saat ini masih berstatus saksi. Tim penyidik juga masih terus mendalami kasus kecelakaan maut itu. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: