Berlayarlah Ksatria Airlangga

Berlayarlah Ksatria Airlangga

Kapal Pinisi putih biru itu bertengger gagah di ujung muara Kalimas, pagi kemarin (4/9). Tepatnya di depan kantor Syahbandar Utama, Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal kayu legendaris buatan Takalar, Sulawesi Selatan, itu persembahan dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair).

Namanya: Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA). Kapal sepanjang 27 meter dan lebar 7,2 meter itu memang berfasilitas lengkap bak rumah sakit.

Ksatria Airlangga membawa misi kemanusiaan. Misi kali ini adalah Marco. Madura Sadar Covid-10. Seluruh penumpang pun merupakan relawan. Mulai dari dokter hingga tenaga penunjang kesehatan lainnya.

Rektor Unair Prof M.Nasih melepaskan tali penambat kapal sebelum pemberangkatan di ujung timur Kalimas Sabtu (5/9) Foto: Rizal Hanafi.

Tali penambat kapal dilepas tepat pukul setengah sepuluh pagi oleh Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih. Ia begitu bangga melepas para mahasiswanya itu. Ksatria Airlangga itu bakal berlayar selama satu bulan penuh. Berlabuh dan memberi layanan kepada masyarakat di 14 kepulauan di sekitar Madura. 

“Ini adalah bukti bakti Unair. Hadir di setiap persoalan yang ada. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya pada semua relawan,” tegasnya.(Doan Widhiandono-Mohamad Nur Khotib)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: