Mobil Vaksinasi Surabaya Serbu Sidoarjo

Mobil Vaksinasi Surabaya Serbu Sidoarjo

WALI KOTA Surabaya Eri Cahyadi memulai harinya di Sidoarjo kemarin (21/9). Ia mengantar 22 mobil gerai vaksin ke GOR Sidoarjo. Mobil itu untuk mempercepat vaksinasi di kota Delta. Rencananya, Gresik juga mendapat bantuan serupa.

Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik terhubung dalam satu wilayah aglomerasi: Surabaya Raya. P Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Surabaya Raya masih level 3 berdasarkan instruksi Mendagri. Jika ingin turun ke level 2, capaian vaksinasi suntikan pertama di tiga daerah itu harus di atas 50 persen. Untuk mencapai level 1 syaratnya meningkat jadi 70 persen.

Capaian Surabaya dan Gresik sudah melampaui 50 persen pekan lalu. Tinggal Sidoarjo yang masih 49,11 persen. Dengan tambahan mobil vaksin itu, PPKM level 2 diharapkan sudah tercapai hari ini (22/9).

Mobil vaksin itu terwujud atas kolaborasi Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya. Gara-gara fasilitas itu warga di pelosok kampung yang sakit, difabel, atau tidak sempat vaksin bisa dijangkau. Kini capaian vaksinasi Surabaya sudah melampaui 100 persen. Mobil bisa dipinjamkan ke kota lain.

Eri menyatakan, percepatan vaksinasi adalah syarat utama untuk menentukan level PPKM. Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik sudah masuk PPKM level 1 menurut asesmen situasi Kemenkes. Namun status itu bakal percuma jika vaksinasi tidak dipercepat. Wilayah aglomerasi harus kompak untuk mencapai target itu. ”Wilayah aglomerasi Surabaya Raya itu seperti badan. Kalau satu sakit, maka semuanya jadi sakit,”  jelas Eri.

Satu mobil vaksin rata-rata mampu melayani 500-700 warga dalam satu hari. Namun jika petugas beroperasi hingga menjelang petang, kemampuan maksimalnya mencapai 1.000 dosis per hari.

Selain mobil, pemkot juga mengirim dokter dan perawat di Sidoarjo. Mereka akan disebar ke 18 kecamatan. Terutama di kawasan pinggiran kota. Target mereka mencapai 70 persen bulan depan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali berterima kasih dengan bantuan Surabaya itu. Menurutnya kerja sama antar daerah adalah harga mati. ”Kalau tidak bersama-sama percuma karena arus mobilisasinya berkaitan. Ini berdampak juga pada pemulihan ekonomi,” ucap bupati berusia 30 tahun itu.

Agar ekonomi pulih, pemkab akan mempermudah perizinan. Baik perizinan usaha atau penyelenggaraan acara. Mulai dari pembukaan bioskop, event di mal, hingga tempat wisata.

“Kami berharap segera level 1. Kerja ini adalah kerja bareng-bareng untuk dinikmati bersama-sama,” katanya.

BUPATI Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali melepas mobil vaksinasi di halaman Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (21/9/2021). (Foto: Eko Suswantoro-Harian Disway)

Warga Jawa Timur agaknya boleh makin optimistis. Penanganan pandemi Covid-19 kian menunjukkan hasil yang terus membaik. Terutama hasil asesmen situasi dari Kementerian Kesehatan.

Kini 38 kabupaten/kota di Jatim bebas dari level 4 dan 3. Sebanyak 19 daerah sudah masuk level 2 dan 19 daerah lagi berhasil masuk level 1. Semua indikator asesmen pun sudah sesuai indikator WHO.

Pertama, kasus konfirmasi sudah mencapai 6,38 persen. Angka itu sudah sangat baik karena standarnya di bawah 20 persen. Kedua, angka rawat inap rumah sakit sudah mencapai 1,37 persen. Bahkan, angka kematian sudah mencapai di bawah 1 yakni 0,42 persen.

Keempat, angka positivity rate sudah di bawah 5 persen yakni mencapai 1,23 persen. Dua indikator lainnya, tracing dan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit pun juga sangat memadai. Rasio tracing 16,72. Dan BOR RS mencapai 11,83 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: