Akademi Sages Buka Kampus Baru di Pandaan

Akademi Sages Buka Kampus Baru di Pandaan

Prof Dyah Sawitri dan Abdul Muhid Imron menandatangani prasasti peresmian kampus Akademi Sages di Pandaan-Julian Romadhon-

PASURUAN, HARIAN DISWAY - Cabang perguruan tinggi kuliner satu-satunya di Indonesia, Akademi Sages, telah dibuka di Pandaan. Akademi yang mencetak enterpreneurship bidang kuliner tersebut siap menerima mahasiswa baru. 

Sebelumnya, Akademi Sages berpusat di Jalan Puncak Permai, Sukomanunggal, Surabaya. Pada 19 Juli 2022, perguruan tinggi kuliner satu-satunya di Indonesia itu membuka cabang di Desa Duren Sewu Km 3, Pandaan. 

Peresmian pembukaan dihadiri oleh founder Akademi Sages, Dr Manjo Kim. Hadir pula Bawa M Hadi, Direktur Akademi Sages serta Plh Bupati Pasuruan, Abdul Muhid Imron. 

“Akademi telah diperluas sesuai keinginan masyarakat. Kami menempati lahan baru seluas satu setengah hektar,” ungkap Victor Mercio M, Head of Admission Akademi Sages. 

Kampus kedua tersebut dapat menampung sekitar 120 mahasiswa. Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum berbasis vokasi. “Keilmuan learning kitchen akan dilakukan di kampus ini selama 3 semester. Pendidikan basic. Setelahnya, akan diteruskan di Akademi Sages Surabaya, untuk pelajaran Industrial Kitchen,” terang Bawa. 

Daerah Pandaan dipilih, karena founder Akademi Sages memiliki beberapa fasilitas di tempat tersebut. “Ada dua. Yakni Hotel K dan di depan lokasi kampus akan dibangun Korean Land. Keduanya akan terintegrasi dalam pembelajaran para mahasiswa,” ujarnya. 

Bentuk integrasi yang dijalankan adalah program magang. Para mahasiswa dapat melakukan Praktik Kerja Lapangan di kedua tempat tersebut. “Merasakan langsung bekerja di sebuah industri dan menangani produk-produk kuliner,” ungkap Victor. 

Pembelajaran kuliner dalam Akademi Sages, salah satunya adalah pemberian materi culinary art yang intens. “Bagaimana platting produk kuliner, menata tampilan secara artistik dan sebagainya. Zaman sekarang makanan tak perlu banyak. Sedikit, tapi tampilannya menarik dan lezat, jadi mahal,” ujar Bawa. 

Sekitar pukul dua belas siang, dilakukan penandatanganan peresmian gedung baru Akademi Sages. Prof Dyah Sawitri, kepala LLDikti Wilayah 7 dan Plh Bupati Pasuruan menandatangani prasasti tersebut. Mereka didampingi Bawa dan Manjo Kim. 

Kampus baru tersebut memiliki fasilitas yang sama dengan di Surabaya. Terdapat laboratorium kitchen untuk praktik makanan main course, laboratorium baking pastry dan demo kitchen. “Di dalam ruang demo kitchen, mahasiswa dapat berpraktik memasak langsung di depan banyak orang. Seperti layaknya demo masak,” ungkap Victor. 

Lebih lanjut, pria 51 tahun itu menyebut bahwa lulusan Akademi Sages telah banyak dikenal sebagai praktisi dan pengusaha kuliner. “Sekitar 80 persen menjadi entertainer. Selebihnya bekerja di hotel atau restauran ternama. Karena kami juga mengajarkan enterpreneurship culinary,” terangnya. 

Dalam acara tersebut, tampak beberapa perwakilan dari Culinary Academy of Switzerland, Setiawan Budiman, Ketua Yayasan Akademi Sages Internasional, perwakilan pejabat setempat, beberapa pelaku industri kuliner dan perhotelan serta Wouter Houssen. Humas Konjen AS Surabaya. (Guruh Dimas Nugraha) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: