Wushu artikel

Putri Sumbang Emas dan Perak untuk Sasana Yasanis

 Putri Sumbang Emas dan Perak untuk Sasana Yasanis

Aurelia Putri Ramadhani mendapat medali perak dan emas untuk Sasana Yasanis.-Ahmad Fadhil/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Senyumnyi mekar begitu lebar. wajahnyi berseri. Peristiwa membahagiakan baru saja datang dalam hidupnyi. Berdiri di podium tertinggi. Sambil mengenakan jaket sasana Yasanis dengan bangga dia memamerkan perolehan medali. Tatapan yang tajam, antara senang dan haru dua medali sekaligus tersemat di lehernyi.

“Pastinya sangat senang, tentu juga bangga,” ucap Aurelia Putri Ramadhani.

Dia begitu bersemangat dia memperkenalkan dirinyi. Remaja 15 tahun itu baru saja membawa pulang medali emas dan perak untuk Sasana Yasanis pada hari pertama Jatim Open Wushu Championship 2022 di Graha Unesa, Minggu, 18 September 2022. 

Medali emas diraih di  nomor Kung Fu Shuang Jian Group A dan medali perak di Ba Gua Quan Group A.

Para atlet sebenarnya bersaing dengan sangat ketat. Gemma, atlet asal Ronny Wushu Academy yang meraih posisi tepat di bawah Putri misalnya. 

Dia berhasil meraih skor sebanyak 7.13. Namun Putri keluar dengan hasil akhir yang memuaskan. Dirinyi meraih skor 7.40 pada kategori Shuang Jian Group A.


Aurelia Putri Ramadhani saat menjajal lapangan tanding di Graha Unesa Surabaya.-Cynthia Dhara Fitriani/Harian Disway-

Di kategori Ba Gua Quan, persaingan lebih sengit lagi. Lily Pidu Atlet asal Ronny Wushu Academy mendapat emas  dengan skor 7.67. Sementara itu,  Putri harus puas mendapatkan medali perak dengan perolehan skor 7.54.

Perolehan masing-masing satu medali emas dan perak itu menambah prestasi Putri sebagai atlet muda. Sebelumnyi Putri pernah meraih medali emas dalam ajang Kejurprov Wushu Jatim 2022 dan medali perunggu pada Virtual Wushu Championship 2020. 

Keseluruhan pretasinyi itu merupakan bekal untuk kiprahnyi sebagai atlet wushu profesional ke depan. “Menjadikan semangat berlatih lebih giat,” ujar Putri.

Dalam penampilannyi di kategori Shuang Jian, Putri berlenggok dengan lincah bersama pedangnyi. Pedang bergerak lembut namun terlihat tegas mengikuti irama musik latar Shuang Jian yang lambat dan teduh. 

“Kalau latihan wushu sudah sejak kelas 6 SD,” kata  Putri.

Ia sempat lupa gerakan saat berlaga di nomor Kung Fu Shuang Jian. Hal itu diungkapkan langsung oleh pelatihnyi, Tjitro Junawar yang memperhatikan penampilan Putri di sudut lapangan. “Karena persiapannya singkat dan sebelumnya di Kejurprov bermain kipas” ujar Tjitro.

Sebelum berlaga, siswi kelas 1 SMA Trimurti ini melakukan latihan di sasana selama tiga hari dalam seminggu bersama pelatih. Saat di rumah pun, Ade Susanti, sang mama juga melatih secara mandiri untuk memperkuat fisik serta mental sebaik mungkin.

Tjitro mengaku biasa saja dengan prestasi atletnya, “senang pasti, tapi biasa saja karena tidak menargetkan,” ungkapnya. Tjitro menambahkan bahwa ia takut atletnya tertekan saat diberikan target. (Mifta Sho)

Sumber: