Pasuruan artikel

Menyelamatkan Makanan Bersama Garda Pangan (2): Lewat SOP Ketat, Disampaikan secara Bermartabat

Menyelamatkan Makanan Bersama Garda Pangan (2): Lewat SOP Ketat, Disampaikan secara Bermartabat

Proses memilah roti-roti yang telah diambil dari toko roti sebelum disalurkan.-Praska Bramasta-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Makanan donasi dari restoran hingga toko roti dipilah terlebih dahulu. Relawan Garda Pangan memastikan makanan aman kualitas sebelum disalurkan. Yayasan yang dibentuk pada 2017 itu mengampanyekan kesetaraan gizi untuk warga kampung prasejahtera.

SEBANYAK 50 kilogram makanan donasi dari empat hotel bintang lima sudah selesai dipanasi ulang. Relawan kemudian memindahkannya ke wadah sesuai olahan masing-masing. Makanan melimpah itu berjejer di meja ruang tengah base camp Garda Pangan.


Susu dari rekan pangan yang dicampur dengan air sebelum disalurkan kepada warga pra-sejahtera.-Praska Bramasta-

”Ini nanti dibagikan ke warga prasejahtera sesuai porsi,” kata salah seorang relawan Rosa Amalia saat merapikan wadah itu.

Selama lebih dari empat jam, relawan melakukan proses memanaskan ulang di dapur belakang. Sesekali ada yang mencicipi makanan secara acak.

Ya, untuk sampai ke tangan penerima makanan, memang ada uji kelayakan dengan standar tersendiri. Itu sering terlihat saat Harian Disway berkunjung ke markas mereka di Semolowaru, Surabaya, Minggu, 20 November 2022.

Relawan yang dijuluki food heroes itu melakukan proses dengan telaten satu per satu. Metode yang dipakai ialah organoleptik atau pengujian dengan indra. Metode tersebut juga umum digunakan dalam dunia F&B. Mulai perubahan bentuk, aroma, dan rasa.


Makanan dari hotel dan rekanan dipanaskan kembali sekaligus dicek kualitasnya.-Praska Bramasta-

”Kalau gak sesuai kriteria, langsung kita geser,” ujar Humas Garda Pangan Kevin Gani.

Seusai memasak, mereka bergantian beristirahat. Maklum, sedari pagi sudah sibuk dengan aktivitas tersebut. Selain itu, mereka sedang menunggu roti yang masih dijemput ke tempat mitra.

Relawan lain yang masih kuat melanjutkan tugas menyiapkan susu yang masih berupa bubuk. Sambil mengenakan rompi hijau bertulisan Volunteer Garda Pangan, dengan cekatan susu sasetan itu dilarutkan di dua termos besar.

Hari itu memang sedang banyak donasi terkumpul. Akhir pekan, dapur umum mereka sering melimpah bahan. Mulai donasi dari perusahaan hingga individu. Empat sehat lima sempurna tercukupi.

Susu tersebut donasi dari perusahaan Nutrifood. Mitra yang sering kirim produknya ke pusat koordinasi makanan surplus itu. Biasanya, produk yang didonasikan mendekati satu hingga dua bulan sebelum masa kedaluwarsa.

”Kalau mau kedaluwarsa kan gak seberapa laku. Jadi, mereka kirim ke sini biar disalurkan ke warga,” terang Kevin.

Setelah susu dan olahan lauk sudah rampung, kini giliran relawan menyortir ratusan roti di dalam boks yang baru datang. Ada bermacam-macam dan rasa. Roti-roti yang diselamatkan itu juga berpotensi terbuang dari produsennya.

Sumber: