Pasuruan artikel

Bank Tiongkok Didorong Beri Pinjaman Lebih untuk Realestat

Bank Tiongkok Didorong Beri Pinjaman Lebih untuk Realestat

ANAK BERMAIN BOLA di salah satu kompleks perumahan di Beijing, Juli 2022.-NOEL CELIS-AFP-

BEIJING, HARIAN DISWAY – Rabu, 24 November 2022, otoritas keuangan Tiongkok mendesak bank negaranya untuk memberi pinjaman lebih banyak kepada perusahaan yang bergerak di sektor realestat.

 

Sejak 2020, Beijing memang berusaha mengekang utang di sektor tersebut. Kredit diperketat. Akibatnya, perusahaan realestat menjadi mati kutu. Inilah yang sedang direvisi oleh otoritas setempat.

 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh bank sentral serta Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi Tiongkok, mereka menginstruksikan para peminjam untuk mempertahankan jumlah biaya yang wajar dan tepat sasaran untuk sektor real estate.

 

Pernyataan tersebut juga menyerukan perihal "stabilisasi pinjaman" kepada para developer. Syaratnya, mereka punya "tata kelola yang sangat baik" dan "fokus pada bisnis inti mereka".

 

Bank-bank di Tiongkok itu memang cenderung memberi utang kepada perusahaan besar milik negara. Tetapi, pernyataan itu juga mendorong bank agar memberi kesempatan yang sama terhadap perusahaan swasta. Bank juga didesak untuk memberikan kredit kepada perusahaan konstruksi.

 

Konsumen enggan menandatangani kesepakatan baru dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan penanganan Covid-19 di Tiongkok menimbulkan ketidakpastian. Penjualan rumah pun anjlok.

 

Data resmi Oktober yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa harga rumah turun 1,6 persen dari tahun ke tahun. Itulah penurunan terbesar selama tujuh tahun.

 

Deposit sebesar 30 persen atau lebih yang diperlukan untuk pembelian properti juga memperparah masalah itu.

 

Sebetulnya, sektor properti dan konstruksi menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto Tiongkok. Tetapi, sejumlah developer gagal bayar hutang. Sebagian lagi justru tengah berjuang mendapatkan uang tunai. (Alma Dhyan Kinansih)

Sumber: