Jalan Terjal Tiongkok Menjadi Pemimpin Global
ILUSTRASI Jalan Terjal Tiongkok Menjadi Pemimpin Global.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
KEMAJUAN dan kapasitas ekonomi Tiongkok yang pesat dan terus berkembang beberapa dasawarsa belakangan menjangkau kawasan dan negara-negara pinggiran. Itu mendorong peningkatan kekuatan militer dan politiknya di tingkat regional dan global.
Pertumbuhan dan perubahan masyarakat Tiongkok yang tidak tertandingi sejak 1977 menimbulkan pertanyaan penting, ”akankah pemerintah Tiongkok mampu mengendalikan perilaku internal dan eksternalnya di tahun-tahun mendatang?”
Jika tidak, masalah besar akan menimpa Tiongkok dan dunia. Salah satu jawaban atas pertanyaan itu, apakah kendali akan terus dipertahankan terletak pada tipe pemimpin yang telah dan akan dihasilkan Tiongkok. Visi apa yang disampaikan para pemimpin Tiongkok kepada rakyatnya dan dunia, dan bagaimana hal itu bisa berubah?
Bagaimana para pemimpin tersebut berinteraksi dengan masyarakat yang makin kompleks dan pluralistis yang ingin mereka kelola? Akankah pluralisme Tiongkok makin berakar pada institusi, undang-undang, peraturan, dan norma etika yang makin dianut di seluruh dunia?
BACA JUGA:Meneropong Peta Jalan Lima Tahun Tiongkok hingga 2030: Labubu dan Ne Zha Gairahkan Soft Power
BACA JUGA:Jingzhe, Musim Semi dan Kebangkitan Alam dalam Tradisi Tiongkok
Pemimpin negara mana pun akan diperhitungkan dalam urusan dunia. Perilaku mereka didasarkan pada kombinasi pengalaman pribadi dan kelompok yang kompleks dan terus berubah, seperti kekuatan ekonomi, sosial, dan politik dalam negeri.
Begitu juga struktur kelembagaan, rezim internasional, tekanan eksternal, dan keberuntungan menjadi indikator fundamental setiap negara termasuk Tiongkok.
Karena para pemimpin berperan dalam menjelaskan perilaku negara dan menjadikan negara masuk kekuatan dunia, kita harus menyelidiki motivasi, kapasitas, dan persepsi spesifik setiap pemimpin untuk mengantisipasi perilaku di masa depan.
MUDAHKAH TIONGKOK MENJADI NEGARA ADIDAYA BARU?
Walaupun Tiongkok gigih untuk memosisikan diri sebagai negara adidaya, perjalanan masih panjang dan terjal. Tiongkok telah melakukan kesalahan dan sumber masalahnya ada di Tiongkok. Tidak ada satu pun negara di dunia yang menyalahkan Amerika Serikat.
BACA JUGA:Surplus Perdagangan Tiongkok Mencapai Satu Triliun Dolar AS Bukan Ancaman, melainkan Peluang
Pada tahun-tahun pertumbuhan yang eksplosif, yang didorong oleh lonjakan besar-besaran kredit sejak tahun 2008, industri berat Tiongkok telah mengalami kelebihan kapasitas dalam jumlah besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: