Pesona Kecantikan Kota Hangzhou

Pesona Kecantikan Kota Hangzhou

-Dok. Eileen Widjaja-

Oleh: Eileen Widjaja, Mahasiswa Zhejiang University of Science and Technology

KOTA Hangzhou (杭州) memang sudah sangat tersohor. Ia adalah ibu kota sekaligus kota berpenduduk terbanyak di Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Lokasinya ada di ujung Teluk Hangzhou yang memisahkan Shanghai dan Ningbo.

Hangzhou juga dikenal sebagai ujung selatan Grand Canal, sebuah kanal atau sungai buatan terpanjang di dunia yang juga mendapat penghargaan UNESCO World Heritage Site. Dalam satu milenium belakangan, Hangzhou juga menjadi salah satu kota paling beken dan makmur di Tiongkok. West Lake (Danau Xi) di Hangzhou juga terkenal dengan berbagai atraksi wisatanya. Selain itu, Hangzhou juga menjadi tempat markas besar sejumlah perusahaan besar. Termasuk Alibaba Group, salah satu penguasa bisnis internet di Tiongkok.

Ya, itulah sekelumit hal tentang Hangzhou yang pada akhirnya memikat saya. Oh ya, nama saya adalah Eileen Widjaja (褚秀明). Saya adalah mahasiswa internasional di Zhejiang University of Science and Technology. Sudah empat tahun ini, saya belajar di jurusan Computational Science (Statistics and Financial Actuarial Science).

Saat kali pertama datang pada 2019, saya menghabiskan lima bulan untuk mengenali Hangzhou. Terutama bagaimana tentang hidup sendiri, di dunia baru yang tidak pernah saya kunjungi. Tentu, awalnya kesulitan. Sebab, inilah kali pertama saya hidup sendiri di negara lain tanpa keluarga.


-Dok. Eileen Widjaja-

Meski kehidupan di Tiongkok begitu berbeda dengan di Indonesia, saya tidak terlalu lama dalam beradaptasi. Bahkan makin lama saya makin mencintai Tiongkok. Kehidupan di sini begitu teratur. Sangat mengagumkan. Sampai sekarang pun saya masih kagum. Sebagian warga begitu patuh pada peraturan. Semuanya sangat tertata.

Selain itu, Tiongkok sudah menjalani kehidupan yang terdigitalisasi.Warga tidak lagi membawa uang tunai. Mereka menggunakan Alipay atau Wechat Pay yang sangat nyaman untuk bepergian. Transaksi digital itu juga ada di berbagai bidang. Termasuk transportasi publik.

Soal makanan, saya juga tidak mengalami kesulitan adaptasi. Tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Apalagi, saya juga warga Tionghoa dan kerap makan Chinese food saban hari. Selain itu, harga makanan di Tiongkok juga sangat bersahabat.

Yang cukup mengagetkan barangkali adalah cuaca Hangzhou di musim dingin. Meskipun Hangzhou terletak di kawasan selatan Tiongkok, rasanya masih terlalu dingin bagi saya yang datang dari negara tropis. Itu pengalaman mengesankan. Saya pun akhirnya lebih menyukai musim dingin daripada musim panas.

Sayang sekali, selama pandemi saya tidak bisa kembali ke Tiongkok selama tiga tahun. Nah, saat perbatasan dan penerbangan Internasional kembali buka, saya langsung kembali ke Tiongkok. Kini, saya sedang merampungkan tahun keempat saya di Tiongkok.

Memang, waktu studi saya tinggal sedikit lagi. Tetapi, saya tetap senang menghabiskan waktu di sini. Dan saya pun akan membuat sisa masa tinggal saya menjadi lebih bermakna.


-Dok. Eileen Widjaja-

Tiga tahun berlalu, dan saya begitu kagum dengan pembangunan di Hangzhou. Sebelumnya, warga sudah sangat dimanjakan dengan bus dan metro. Kini, transportasi makin nyaman dengan jalur baru metro. Bahkan, ada jalur yang langsung terhubung ke universitas. Perjalanan ke mana-mana menjadi lebih nyaman. Lebih hemat waktu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: