Brawijaya Awards, Babinsa Tuban Dekati Warga Lewat Agama dan Aksi Sosial

Brawijaya Awards, Babinsa Tuban Dekati Warga Lewat Agama dan Aksi Sosial

Peltu Sonhaji memaparkan programnya saat penjurian, Sabtu, 29 April 2023.-Tangkapan Layar Zoom-

SURABAYA, HARIAN DISWAY ­– Kodim 0811/Tuban menutup penjurian sesi kedua, Sabtu, 20 April 2023. Tujuh personel babinsa (bintara pembina desa) sudah memaparkan inovasi pelayanan masyarakatnya kepada ketiga juri melalui zoom. Penilaian Brawijaya Award itu akan dilanjutkan Selasa, 2 Mei 2023 nanti.

 

Misalnya saja, Peltu Sonhaji. Ia bertugas di Koramil 0811/12 Bancar. Awalnya Sonhaji bertugas di Surabaya. Namun akhirnya, ia bisa pindah ke Tuban, daerah kelahiran istrinya. Di sana, ia bersyukur bisa membeli sebidang tanah pada 2004. Walau Sonhaji baru pindah di Tuban tujuh tahun kemudian.

 

Sebagian tanahnya tadi, dihibahkan untuk pembangunan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ). Bangunannya sendiri, hasil dari gotong royong masyarakat setempat. Awalnya, hanya Sonhaji dan istrinya yang mengajar di situ. Karena, dahulu permasalahan besar daerah itu adalah minimnya guru ngaji.

 

"Sampai sekarang sudah masih terus berjalan. Beberapa dari tenaga pengajarnya adalah mantan santri-santri saya dulu. Sejak pindah dulu 2011, sampai sekarang, saya masih tetap mengajar ngaji di sana," katanya di hadapan ketiga juri dari Harian Disway.

 

Sebenarnya, TPQ itu sendiri sudah ada sejak lama. Sejak 2000. Hanya saja, awalnya masih berpindah-pindah tempat. Kini, jumlah muridnya sudah mencapai 70 orang. Mulai Paud hingga kelas 6 SD. "Kami hanya memberikan ilmu yang kami bisa saja dulu," ungkapnya.

 

Bahkan, selama bertugas sebagai petugas TNI yang paling dekat dengan masyarakat, 254 anak akhirnya bisa membaca dari tangannya. Mereka semuanya yang awalnya tidak bisa membaca dan menulis.

 

Selain Sonhaji, babinsa yang memaparkan programnya adalah Serda Toha Hasan yang memperbaiki rumah warga yang kurang mampu, membantu pembuatan jamban, dan perbaikan musala. Serda Kodrat Budi Prabowo melakukan peningkatan kesehatan bagi anak stunting dan lansia.

 

Sertu Supriyanto membangun pelatihan taekwondo, Serda Sutejo membina warga untuk membuat produk ikan, rajungan, telur asin, dan varian lainnya. Juga ada Serda M. Ashari yang selalu hadir dalam kegiatan agama untuk menangkal doktrin radikalisme. Terakhir Sertu Wiji yang selalu memberikan wawasan kebangsaan kepada anak SD dan berolahraga bersama para pemuda. (Michael Fredy Yacob)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: