Mengenang Tragedi Korsel-Korut di Pengujung Juni 1950

Mengenang Tragedi Korsel-Korut di Pengujung Juni 1950

Gadis Korea Selatan menggendong adiknya di hadapan M-26 Tank pada 1951. -Library of Congress-

BACA JUGA:Cara Idol K-Pop Ravi VIXX Hindari Wajib Militer: Pakai Calo

BACA JUGA:Money Heist: Korea Rilis Trailer Baru, Korsel dan Korut Bergabung

Dalam beberapa hari setelah serangan Korea Utara, Amerika Serikat dan negara-negara sekutu lainnya memutuskan untuk mendukung Korea Selatan dengan alasan menahan ekspansi komunisme di Asia Timur. Sebaliknya, Uni Soviet dan Tiongkok memberikan dukungan kepada Korea Utara.

Perang Korea berlangsung selama tiga tahun dengan pertempuran sengit di darat, udara, dan laut. Ribuan prajurit dan warga sipil tewas, dan infrastruktur di kedua sisi hancur. Perang ini berakhir dengan gencatan senjata pada 27 Juli 1953, yang menghasilkan perbatasan demiliterisasi yang membagi Korea hingga saat ini.

Secara keseluruhan, perang ini dipicu oleh perselisihan ideologi, ambisi politik, dan intervensi dari kekuatan global. Perang Korea juga menjadi salah satu manifestasi awal dari perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang mempengaruhi banyak konflik di dunia selama beberapa dekade ke depan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: psb.org