Kemhan Latih 4.000 ASN Jadi Komcad, Tegaskan Tak Ada Unsur Wajib Militer

Kemhan Latih 4.000 ASN Jadi Komcad, Tegaskan Tak Ada Unsur Wajib Militer

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto mengatakan ada 4.000 aparatur sipil negara (ASN) yang akan menjalani pendidikan dasar komponen cadangan (komcad) yang akan dimulai pada bulan April 2026.--Kemhan

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) memastikan program pelatihan terhadap 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) dilaksanakan secara sukarela. Para peserta juga akan melalui tahapan seleksi sebelum menjalani pendidikan dasar militer.

"Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garisbawahi. Syarat-syarat adalah sukarela. Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada," ucap Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta Pusat pada Rabu, 25 Februari 2026. 

Total 4.000 ASN yang akan mengikuti pelatihan Komcad berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga.

Tahap awal dilakukan dengan pembagian kuota dari Kemhan kepada masing-masing instansi. Kemudian setiap instansi membuka pendaftaran dan menentukan pengawai yang diikutsertakan. 

BACA JUGA:Pelatihan Komcad bagi ASN Dimulai April 2026, Kemhan: Prinsipnya Sukarela!

BACA JUGA:Menhan Pastikan 4.000 ASN Akan Dilibatkan Menjadi Komcad

"Biasanya akan ditentukan dari, misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang. Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ," jelas Rico. 

Kemhan menyebutkan pelatihan akan digelar dalam dua tahap, masing-masing berlangsung sekitar satu setengah bulan sehingga keseluruhan pendidikan dasar berdurasi tiga bulan.

Hal tersebut sudah disesuaikan dengan target Kemhan untuk memperkuat sistem pertahanan negara melalui keterlibatan komponen cadangan yang memadai. 

Rencananya, tahap pertama mulai dijadwalkan pada bulan April 2026 dengan total 2.000 peserta dan dilaksanakan selama satu bulan setengah. Kemudian dilanjutkan tahap kedua dengan jumlah peserta yang sama untuk satu bulan setengah berikutnya. 

BACA JUGA:Malam Terakhir Retret Magelang, Prabowo, Jokowi, dan SBY Nyanyi Bareng Dengan Seragam Komcad

BACA JUGA:Prabowo Siapkan 500 Anggota Komcad untuk Bantu Pertahanan di IKN

Dalam tahapan seleksi, Kemhan memastikan setiap calon peserta memenuhi standar kesehatan dan kesiapan fisik sebelum mengikuti pendidikan dasar militer.

Sementara itu, komposisi peserta berdasarkan gender, baik laki-laki maupun perempuan ditentukan oleh masing-masing kementerian atau lembaga melalui mekanisme pendaftaran internal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: