Kabar Dari Tanah Suci (40-Habis): Pamit Rasulullah di Raudhah

Kabar Dari Tanah Suci (40-Habis): Pamit Rasulullah di Raudhah

Kubah hijau di kompleks Masjid Nabawi terlihat dari jauh. Di bawahnya adalah makam Rasulullah. -lifeinsaudiarabia-

Kubah hijau di samping Raudah terlihat megah. Kubah yang pertama kali dibangun oleh Sultan Qalawun di abad ke-7 H. Awalnya kubah tidak dicat, masih berwarna kayu. Namun kemudian dicat putih, lalu dicat warna biru.


Jemaah haji kloter 44 Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo, Sabtu 2 Juli 2023. -Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

Pada tahun 1253 H Sultan Abdul Hamid Al-Utsmani mengeluarkan perintah untuk mengecat kubah dengan warna hijau. Sampai sekarang. Semoga tidak berubah lagi warnanya. Agar ingatan kubah hijau ini kekal.

Saya mencari tempat untuk salat duha. Beberapa petugas terlihat membersihkan karpet. Tidak terlalu dekat dengan jemaah. Takut mengganggu kekhuysukan mereka.


Jemaah haji kloter 44 Embarkasi Surabaya tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu 22 Juli 2023. -Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

Tahiyat akhir selesai, salam diucapkan. Mata memandang Raudhah di depan. Di atas sebelah kirinya ada kubah hijau. Panas mata terasa. Pedih. Air mata menetes. Tidak bisa ditahan. Menetes pelan seakan ingin ikut menikmati kubah hijau, makam Rasulullah SAW. Pandangan terasa buram oleh air mata. Cepat saya mengusapnya. Tak ingin kubah hijau ikut buram dalam pandangan.

Assalamu'alaika ya Rasulullah, sudah beberapa hari Kami bersama di kota dan masjidmu ini. Sekarang tibalah saatnya kami meninggalkan dengan sangat berat. Semoga masih ada kesempatan untuk berkunjung kembali. 

Melangkah kembali ke hotel terasa lebih berat dari waktu berangkat tadi, berusaha tidak menengok ke belakang. Takut kaki ini tidak mau bergerak pulang.

Terima kasih kepada pembaca yang mengikuti tulisan saya. Tidak ada yang sempurna. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan.

Semoga bersua di tulisan lain. (Tamat)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: