Indonesia di Hari Hepatitis Sedunia: Masih Banyak Kasus yang Harus Segera Ditangani

Indonesia di Hari Hepatitis Sedunia: Masih Banyak Kasus yang Harus Segera Ditangani

Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS selaku Dirjen P2P Kemenkes RI dalam konferensi Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-14 Tahun 2023-Kementerian Kesehatan RI-Youtube @Kementerian Kesehatan RI

HARIAN DISWAY – Dalam diskusi Hari Hepatitis Sedunia, 28 Juli 2023, kondisi penyakit hepatitis di Indonesia masih menjadi masalah utama. Banyak kasus yang ditemukan. Khususnya, soal Hepatitis B dan C. 

Dr dr Maxi Rein Rondonuwu DHSM MARS, Dirjen P2P Kemenkes RI, memaparkan fakta-fakta terkait hepatitis di Indonesia. Ini yang harus menjadi perhatian: 

- Penderita Hepatitis B hingga 2013 adalah 7,1 persen atau setara 18 juta orang.

- Hepatitis C sebesar 1 persen atau setara 2,5 juta orang.

Selain itu, terdapat sejumlah data tambahan lainnya terkait kasus hepatitis, di antaranya :

- Sirosis hepatitis setidaknya sebesar 175.211 kasus (berhubungan JKN tahun 2022).

- Cakupan Hepatitis B pada ibu hamil pada 2022 adalah 3.254.139 orang.

- Cakupan hepatitis C dari 2017 hingga Juni 2023 menunjukkan bahwa telah dilakukan 858.465 tes anti HCV. Pada angka itu, ditemukan 35.286 anti-HCV Positif,  11.553 viral load terdeteksi, dan 9.527 yang diobati. 

BACA JUGA: Pagari Sekolah hingga Ponpes dari Hepatitis Akut

Berkaca dari data tersebut, Kemenkes RI mengusung tema Segerakan Tes dan Obati, Hepatitis Tidak Menunggu. Maxi menjelaskan, tujuan gerakan itu adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hepatitis.

Ia juga memaparkan, sejumlah penanganan yang harus dilakukan di Indonesia. Yaitu:

1. Pengobatan Hepatitis C dengan DAA (Direct Acting Antivirus) telah dimulai sejak 2017. Namun masih ada tantangan karena ketersediaannya belumlah sepenuhnya terjamin.  

2. Untuk pencegahan penularan dari ibu dengan HBsAg (+) ke bayi, disediakan HBIg (hepatitis B immune globulin), vaksinasi Hepatitis B 1-3, dan mulai tahun 2023 mulai diberikan pengobatan pencegahan dengan Tenofovir.

BACA JUGA: Bantah Bocah di Tulungagung Mati karena Hepatitis Akut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: