In Memoriam Lies AR, Personel Dara Puspita (1): Ditunggu Alphen Aan Den Rijn

In Memoriam Lies AR, Personel Dara Puspita (1): Ditunggu Alphen Aan Den Rijn

Susy Nander (kiri) dan Titik A.R mengenang kepergian Lies A.R, personel Dara Puspita yang meninggal dunia pada 17 September 2023 di Mojokerto.-Sahirol Layeli-

Formasi Dara Puspita tinggal tiga personel. Itu setelah Lies AR wafat di Mojokerto pada Minggu, 17 September 2023, pukul 22.35.

Lies meninggal karena gagal jantung setelah dirawat tiga hari di Rumah Sakit Gatoel, Mojokerto. Sebelum itu Lies sebenarnya berniat liburan ke Mojokerto. Bersama kakaknya, Titiek AR, yang juga personel Dara Puspita.

Rupanya itu menjadi momen liburan terakhir. Sekaligus kenangan terakhir reuni tiga personel Dara Puspita di Kota Onde-onde itu.

Di rumah duka, Puri Permata Indah, Tambakagung, Mojokerto, kedua personel Dara Puspita -Titiek dan Susy Nander- tampak duduk berdampingan. Mata keduanya terlihat sembab. Sesekali tangan mereka saling menggenggam.

BACA JUGA: Dua Personel Grup Musik Dara Puspita Kenang Mendiang Lies A.R

Tentu mereka mengingat kenangan panjang dengan mendiang Lies. Terutama saat sama-sama bergabung dalam Dara Puspita. band legendaris tanah air. "Kalau liburan, kami ke mana-mana selalu bertiga. Sekarang sudah tidak bisa lagi," ujar Titiek, sembari menyeka air matanya.
Karangan bunga dari panitia Synchronize Fest Jakarta. Ucapan duka cita atas meninggalnya Lies A.R, personel Dara Puspita. -Sahirol Layeli-


Lies merupakan personel asli Dara Puspita yang dibentuk pada 1960. Band yang seluruh personelnya perempuan itu sempat berganti-ganti nama. Pertama, Nirma Puspita. Kemudian berubah menjadi Irama Puspita hingga menjadi Dara Puspita. 
 
Band tersebut bubar pada 1972. Tapi sempat eksis kembali dengan nama Dari Puspita -+, yang hanya bertahan selama satu tahun. Perjalanan panjang itu tentu menciptakan kedekatan di antara keempat personel: Titiek AR (gitar), Lies AR (gitar), Susy Nander (drum), dan Titik Hamzah (vokal dan bass). 
 
Meski telah bubar, keempatnya masih intens berkomunikasi dan bertemu. Bahkan tahun lalu, mereka berpentas dalam ajang Synchronize Fest di Jakarta, berkolaborasi dengan Band Fleur. 
 
"Itu momen konser reuni pertama dan terakhir kami dalam format personel asli. Waktu itu, Lies mengenakan busana blazer merah. Blazer itu masih dibawa lo ketika tiba di Mojokerto," terang Suzy.
 
Sebab Lies sangat menyukai kostum panggungnya itu. "Siapa tahu waktu ke Indonesia ada konser lagi. Dia bisa langsung pakai," kata Titiek. 
 
Menurut Arief Wahyudi yang biasa dipanggil Didik, adik Lies yang berada di rumah duka, Dara Puspita dijadwalkan konser di Surabaya pada awal Oktober. "Ada undangan dari Pak Wali Kota Eri Cahyadi. Tapi karena kakak saya meninggal, konsernya batal," ujar Didik. 
 
Lies merupakan anak kedua dari 11 bersaudara. Sedangkan Titiek merupakan kakak tertuanya. Didik mengenang kakaknya sebagai seorang yang sabar dan penyayang.

BACA JUGA: Setelah Lies A.R. Wafat, Begini Kelanjutan Dara Puspita
 
Rumah yang ditempati Lies dan Titiek di Mojokerto adalah rumah keluarga besar mereka. Tahun ini keduanya berkunjung pada 11 September 2023. Susy hadir pula dan menginap di rumah itu sejak hari pertama dua sahabatnya tiba. "Belum sempat ke mana-mana. Di rumah setiap hari, bahkan pada 14 September, kami sempat nyanyi-nyanyi bareng di rumah," ujar Titiek.
 
Setelah acara bernyanyi bersama pada 14 September itu, pada pukul 10 malam Lies mengeluh sakit perut. Dia pergi ke kamarnya di lantai dua, tapi tak kembali lagi. Kemudian saat acara selesai, Susy menengoknya.
 
"Saat itu Lies tampak menggigil. Saya sentuh keningnya, demam tinggi. Waktu itu saya sempat mengoles minyak angin di punggungnya," kenang drummer 76 tahun itu. Pun, Susy menyelimuti badan Lies dengan selimut serta memasangkan kaus kaki.
 
Pada hari kedua, 15 September, Lies merasa badannya sangat lemah. Hingga harus dipapah ke kamar mandi. Titiek meraba perut adiknya yang tampak mengeras. "Lies langsung dibawa ke Rumah Sakit Gatoel di Mojokerto. Dipasang selang infus dan diobati," terang gitaris 78 tahun itu.
 
Saat dirawat, Lies masih sadar dan berbincang sepatah dua patah kata. "Sering mencoba untuk melepas masker oksigen, karena terasa mengganggu. Kami bujuk untuk terus memakainya. Sebab, saturasi oksigennya terus menurun," ujar Susy.
 
Pada hari kedua, belum ada tanda-tanda kesehatan Lies membaik. Pemain rythm gitar sekaligus backing vocal Dara Puspita itu masih terbaring lemah. Pada hari Minggu itu, perasaan Susy dan Titiek tak menentu. 
 
Susy terus membersamai Lies hingga malam hari. "Sempat pulang sebentar, eh dipanggil lagi ke rumah sakit lagi. Lalu saya putuskan untuk menjaganya dari siang sampai malam," ujarnya.
Mendiang Lies A.R saat tampil dalam reuni pertama sekaligus terakhir Dara Puspita, dalam ajang Synchronize Fest di Jakarta pada 2022. -Susy Nander-

 
Pada pukul 21.30, Susy pulang ke rumah Mojokerto. Niatnya hendak beristirahat. Rencananya esok dia kembali menemani Lies. Namun, pada pukul 22.35, ada kabar bahwa Lies menghembuskan napas terakhirnya.
 
Lies bernama lengkap Lies Adji Rahman atau bernama asli Lies Soetisnowati meninggalkan dua putri yakni Nina Tromp dan Cynthia van Ijzendoorn Tromp. Karena itu kepulangannya jenazah ke Belanda menunggu kedatangan keduanya dari sana.
 
Saat Harian Disway takziah ke kediaman Lies, pada 18 September 2023, sekira pukul 17.00, jenazah masih berada di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto. Rencananya, dibawa ke Adi Jasa, Surabaya.
 
Di Belanda, Lies akan dimakamkan di sekitar kediamannya. Di Kota Alphen aan den Rijn. Menyusul suaminya, Robby Tromp, yang lebih dulu berpulang pada Agustus 2006. Tot ziens, Lies… (Heti Palestina Yunani-Guruh Dimas Nugraha)
 
Indeks: Ke depan, bagaimaan nasib Dara Puspita tanpa Lies AR, baca selanjutnya...

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: