Kasus Pembunuhan di Pasuruan: Ngono yo Ngono, ning Ojo Ngono

Kasus Pembunuhan di Pasuruan: Ngono yo Ngono, ning Ojo Ngono

Ilustrasi kasus pembunuhan di Pasuruan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Terdengar mbulet dengan kata ”begitu”. Namun, orang Jawa atau yang bermukim lama di Jawa Tengah dan Jawa Timur paham maksud nasihat itu.

Maknanya: Imbauan agar anak tidak bersikap berlebih dalam menanggapi sesuatu. Misalnya, ketika marah, jangan berlebihan sampai membabi buta. Ketika kaya harta, jangan berlebihan dengan pamer harta atau menghamburkan harta.

BACA JUGA: Pembunuhan Angelina, Mengapa Cinta Terlarang Bisa Terjadi?

Intinya, bersikaplah secara sederhana. Dalam kondisi apa pun, dalam menanggapi kejadian apa pun, selama hidup di dunia. Sebab itu, judul riset itu ditambahi kalimat Kontrol Diri dalam Membangun Harmonisasi Orang Jawa.

Itu filosofi masyarakat Jawa yang luhur. Penuh kebijakan dalam bersikap. Mengutamakan harmonisasi hidup bermasyarakat.

Filosofi itu hidup berakar di masyarakat secara turun-temurun, sejak dulu hingga kini. 

Dicontohkan, nasihat orang tua kepada anaknya: ”Le, kowe sesuk ojo ngono kuwi. Nek aneh-aneh, ing tembhe mburi bakal kuciwa. Kowe nek nesu yo ojo ngono.” 

BACA JUGA: Rina Dibunuh Tukang Kerupuk

Artinya: ”Nak, kelak jangan seperti itu. Kalau aneh-aneh, kelak akan kecewa. Kamu kalau marah jangan seperti itu.”

Maknanya: Peringatan untuk tidak marah berlebihan karena tindakan yang berlebihan dapat menyebabkan kekecewaan di kemudian hari. Jika seseorang bersikap berlebih, tindakannya cenderung merugikan orang lain dan diri sendiri.

Intinya, orang Jawa harus pandai mengontrol diri. 

Dalam ilmu psikologi (Barat) itu mirip strategi psikologi ”coping”.

BACA JUGA: Pelatih Senam Bunuh Suami Suka Utang

Richard Lazarus dan Susan Folkman dalam buku mereka yang berjudul Stress, Appraisal, and Coping (New York, 1984) menyebutkan sebagai berikut.

Coping adalah usaha perubahan kognitif dan perilaku secara konstan, untuk mengelola tuntutan eksternal dan atau internal tertentu, yang dinilai sebagai membebani atau melampaui sumber daya seseorang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: