Solidaritas dari Nginden Jangkungan Surabaya Membawa Pesan Hangat untuk Palestina

Solidaritas dari Nginden Jangkungan Surabaya Membawa Pesan Hangat untuk Palestina

Foto bersama dari berbagai kalangan di Nginden Jangkungan Surabaya dalam kegiatan solidaritas untuk Palestina. Tampak bendera Palestina dibentangkan bersebelahan dengan bendera Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan nyata. -Tom Mas'udi-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dalam gestur solidaritas yang tulus, masyarakat Nginden Jangkungan, Surabaya, menyampaikan salam hangat dan dukungan kepada rakyat Palestina yang telah menderita selama dua bulan akibat bombardir peluru dan bom oleh pasukan Israel.
 
Kepedulian itu dirangkum dalam tajuk From Nginden Jangkungan with Love Freedom for Palestine. Artinya, dari Nginden Jangkungan dengan cinta, merdeka untuk Palestina. Aksi itu mencerminkan perasaan bersama penduduk, jamaah, dan berbagai kelompok di Nginden.

Sejumlah elemen masyarakat, seperti jamaah Masjid Baitul Akhirah, Komunitas Nginden Peduli, murid dan guru SD Islam Darussalam, jamaah Mushalla Al Maghfirah, serta beberapa musala lainnya, berkolaborasi untuk mengumpulkan donasi bagi rakyat Palestina.
 
Dana yang terkumpul disalurkan melalui Laznas Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jawa Timur untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.

Fahrur Rozi, seorang aktivis dari Komunitas Nginden Peduli, menyampaikan duka cita dan kekhawatiran mendalam atas situasi di Palestina.
 
"Kami turut berduka dan sangat prihatin atas apa yang terjadi di Palestina. Oleh karena itu kami tergerak untuk menggalang solidaritas. Uluran tangan kecil ini semoga bermanfaat," ujar Rozi.
Berbagai elemen masyarakat di Nginden Jangkungan Surabaya berkolaborasi mengumpulkan donasi untuk rakyat Palestina, termasuk anak-anak, yang terlihat tengah menghitung hasil donasi bersama. -Tom Mas'udi-

Demikian juga Ustaz Muhammad Thohir selaku Ketua Takmir Mushalla Attaqwa Bil Iman yang mengajak masyarakat untuk saling berbagi. Sebab apa yang terjadi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan yang tidak manusiawi.
 
"Ayo kita bantu saudara-saudara kita, berapa pun kita mampu, yang penting ikhlas, lillaahi ta'ala," tegas Ustaz Thohir, didukung Ustaz Yohan Nasrudin, Ketua Takmir Mushalla Al Maghfirah, Ustaz Imam Thohari, dan Haji Syukron.

Lebih dari kontribusi keuangan, gerakan solidaritas untuk Palestina mengungkapkan empati dan simpati dari hati. Khotbah salat Jum'at di Masjid Baitul Akhirah selalu mengajak umat untuk mendoakan rakyat Palestina.
 
Mereka memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa agar mereka mendapatkan kemerdekaan dan hidup damai. Terlepas dari agresi pasukan zionis Israel. Sikap ini sejalan dengan kecaman Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terhadap pendudukan Israel di Palestina.

Kyai Sanan Hasilin Ridwan selaku Ketua Takmir Masjid Baitul Akhirah Nginden menegaskan bahwa dukungan dan persetujuan komunitas terhadap sikap yang diambil oleh menlu.
 
BACA JUGA: 6 Tuntutan Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina Dalam Aksi Solidaritas di Monas

Begitu juga Kepala Sekolah Dasar Swasta Islam Darussalam Ustazah Sulistiyaningsih yang menyampaikan keprihatinan mendalam. Terutama untuk korban tak berdosa di Palestina, termasuk anak-anak dan ibu-ibu.
 
"Kami sangat-sangat bersedih atas kebiadaban pasukan Israel yang menyerang sekolah-sekolah dan rumah sakit. Anak-anak dan ibu-ibu menjadi korban," ungkapnya.
 
"Kami sampaikan salam dan bantuan dari murid dan santri Darussalam. Semoga kontribusi kecil ini bisa meringankan penderitaan mereka," lanjutnya dengan perasaan yang tersentuh.
Berbagai kalangan dari komunitas di Nginden Jangkungan Surabaya foto bersama dengan spanduk bertuliskan Dari Kita Semua untuk Palestina di depan masjid. -Tom Mas'udi-
 
Sekretaris Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jawa Timur Tom Mas'udi, mewakili Laznas Dewan Da'wah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada masyarakat Nginden Jangkungan.
 
"Bantuan untuk Palestina sejumlah Rp 2,5 miliar termasuk sumbangan dari masyarakat Nginden Jangkungan sudah kami serahkan bekerja sama dengan lembaga Hayir Kapilari dan Ghirass yang memiliki akses langsung ke Ghaza," katanya.
 
"Sudah bertahun-tahun kami berkolaborasi dengan lembaga tersebut. Bantuan sudah tiba di lokasi, dan kami terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berbagi, akan kami salurkan pada gelombang berikutnya," lanjut Tom. 
 
Dari aksi komunitas di Nginden Jangkungan itu, meski terbilang sederhana, Tom menilah bahwa hal itu justru dapat dijadikan contoh positif untuk mengajak siapa pun yang ingin berbagi kepedulian. Bersama-sama menerangi jalan menuju keadilan dan perdamaian di Palestina.
 
"Dalam kebersamaan, warga Nginden Jangkungan menunjukkan bahwa meski jarak memisahkan, solidaritas, dan kepedulian dapat melebur menjadi kekuatan besar. Hal itu dapat membawa perubahan positif untuk mereka yang tengah memperjuangkan jalan menuju kebebasan," tegas Tom. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: