Tiba di Mesir, Pemimpin Hamas Bicara Gencatan Senjata dengan Syarat Israel Hentikan Serangan di Gaza

Tiba di Mesir, Pemimpin Hamas Bicara Gencatan Senjata dengan Syarat Israel Hentikan Serangan di Gaza

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh tiba di Kairo, Mesir untuk membicarakan Perang Hamas-Israel pada Rabu, 20 Desember 2023. -Iranian Ministry of Foreign Affairs via AFP-Al Jazeera

Namun, terdapat perbedaan pendapat dalam pemerintahan Israel terkait gencatan senjata. Kelompok garis keras dan pejabat militer ingin pertempuran dengan Hamas berlangsung sampai berbulan-bulan.

Netanyahu, yang berada di bawah tekanan politik secara signifikan di dalam negerinya, telah berjanji untuk melanjutkan serangan militer Israel sampai mencapai kemenangan penuh dalam melawan Hamas.

BACA JUGA:Korban Jurnalis Mati di Gaza Tembus 97 Jiwa

Di sisi lain, Hamas mengatakan bahwa sandera tidak akan dibebaskan sampai pemboman Israel berakhir.

Hal tersebut sesuai yang dikatakan oleh Haniyeh saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian pada Selasa, 19 Desember 2023 malam waktu setempat.

Haniyeh mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk gencatan senjata ketika Israel menghentikan serangannya.

Pejabat Hamas Ghazi Hamad mengatakan bahwa Hamas siap untuk menegosiasikan pertukaran sandera ketika perang berhenti, sebuah wawancara dengan Al Jazeera.

BACA JUGA:DK PBB Jadwalkan Rapat Ulang, UEA Revisi Resolusi untuk Cegah Veto AS Terulang Kembali

"Visi kami sangat jelas: Kami ingin menghentikan agresi. Apa yang terjadi di tanah (Palestina) adalah bencana besar," tegas Hamad.

Namun, dia menambahkan bahwa jeda singkat dalam perang Hamas-Israel ini tidak akan menguntungkan Hamas atau Palestina.

“Israel akan mengambil para sandera dan setelah itu mereka akan memulai babak baru pembunuhan massal dan pembantaian terhadap rakyat kami,” katanya. “Kami tidak akan memainkan permainan ini.” katanya.(*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: