Penelitian membuktikan, Musik membuat Hidup jadi Lebih Sehat

Penelitian membuktikan, Musik membuat Hidup jadi Lebih Sehat

Penelitian membuktikan, musik membuat hidup jadi lebih sehat. Berdasarkan penelitian, musik memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh dan mental.-freepik-

Terapis musik dilatih tentang cara menggunakan musik untuk memenuhi kebutuhan mental, sosial, dan fisik orang-orang dengan kondisi kesehatan berbeda. “Terapi musik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk selain mendengarkan musik,” jelas Dr. Sheri Robb, terapis musik dan peneliti intervensi perilaku di Indiana University.

Terapis musik dapat menggunakan bagian-bagian tertentu dari musik, seperti ritme atau melodi, untuk membantu orang mendapatkan kembali kemampuan yang hilang akibat cedera otak atau cacat perkembangan. 

Misalnya, seseorang yang terserang stroke mungkin dapat menyanyikan kata-kata, namun tidak dapat mengucapkannya.

Terapis musik juga mengandalkan kualitas sosial dari musik. Bila seseorang menderita demensia, keluarganya dapat membantunya dengan terapi musik, dengan cara menyanyikan lagu yang mereka sukai bersama. Musik pun dapat digunakan untuk membantu remaja dengan gangguan perilaku, agar remaja itu dapat mengelola emosinya.

Penelitian Robb berfokus pada pengembangan dan pengujian intervensi terapi musik untuk anak-anak dan remaja penderita kanker, serta keluarga mereka. 

Dalam sebuah penelitian, terapis musik membantu kaum muda yang menjalani pengobatan kanker berisiko tinggi untuk menulis lirik lagu dan membuat video musik, yang berkaitan dengan hal penting dalam kehidupan mereka.

“Dengan bantuan terapis musik, para remaja ini mampu mengidentifikasi kekuatan mereka dan cara positif untuk menghadapinya, juga tetap terhubung dengan keluarga dan teman, serta meningkatkan komunikasi selama masa-masa sulit,” jelas Robb.

Manfaat Musik dalam Hidup

Musik dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Namun, mungkin tidak bermanfaat bagi semua orang. Cedera traumatis dan kondisi otak dapat mengubah cara seseorang memandang dan merespons musik.

Beberapa orang mungkin menganggap beberapa jenis musik terlalu merangsang. Orang lain mungkin menganggap musik tertentu membangkitkan kenangan emosional atau traumatis.

“Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengidentifikasi dan memahami kapan musik tidak dapat membantu seseorang, dan bahkan mungkin berbahaya bagi orang itu,” kata Robb.

Ketika para ilmuwan terus belajar lebih banyak tentang musik dan otak, cobalah untuk memperhatikan kesehatan Anda. Jika Anda ingin meningkatkan suasana hati, agar tetap terhubung dengan orang lain, atau memperbaiki gejala suatu kondisi kesehatan, tambahkan sedikit musik ke dalam hidup Anda.

“Pikirkan musik seperti kebugaran fisik atau apa yang Anda makan. Itu berguna untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal. Juga, cobalah memasukkan musik sebagai bagian rutin dan konsisten dalam hidup Anda," pungkasnya.

Jadi, segera isi hari-hari anda dengan musik. Tak ada kata terlambat untuk mendengarkan musik. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: newsinhealth.nih.gov