Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (1): Samudera Mantana di Jolotundo

Menyingkap Situs Petirtaan Lereng Penanggungan (1): Samudera Mantana di Jolotundo

Menyingkap situs petirtaan di Lereng Penanggungan (1). Petirtaan Jolotundo di Trawas Mojokerto selalu ramai pengunjung. Situs tersebut merupakan warisan peradaban era Hindu-Buddha.-Julian Romadhon-

MOJOKERTO, HARIAN DISWAY - Lereng Gunung Penanggungan menyimpan pesona. Berupa kolam pemandian kuno yang dibangun pada era Hindu-Buddha di Jawa. Salah satunya Petirtaan Jolotundo. Dari deretan aksara dan bentuk interiornya, mengungkap seluk-beluk petirtaan tersebut. Termasuk mitos Samudera Mantana.

Deretan pohon rimbun di kanan-kiri. Daun-daun pinus melambai. Biji-bijinya berwarna cokelat berserak sepanjang jalan. Akses menuju Petirtaan Jolotundo sudah bagus dan mulus.

BACA JUGA: Menyingkap Situs Petirtaan di Lereng Penanggungan (4): Jalur Kuno Menuju Puncak

Pemandangan yang ditawarkan cukup mempesona dan sejuk. Titik-titik air sisa hujan menambah pekat warna hijau pada tanaman. Bias puncak Penanggungan tampak setelah kabut sedikit menyibak.


Menyingkap situs petirtaan di Lereng Penanggungan (1). Petunjuk besar di samping pintu gerbang masuk Petirtaan Jolotundo. Bagian bawahnya bertuliskan Tirta Wening Prabu Airlangga.-Guruh DN-

Setelah melalui pos penjagaan, kendaraan dapat diparkir di depan gapura petirtaan tersebut. Di kanan-kirinya berderet kios, yang menjajakan makanan dan minuman. Termasuk galon-galon air kosong yang dipajang menggantung. Harganya lima ribu rupiah per galon. Untuk apa?

"Ya buat mengambil air di petirtaan. Kualitas air di sini terbaik di dunia. Kalau enggak percaya, coba ambil, simpan dalam waktu lama. Dijamin, enggak lumutan, juga enggak ada endapan," kata Jun, salah seorang penjual. Dia mengenalkan dirinya hanya dengan nama "Jun". Enggan memberi informasi nama lengkapnya.

Tapi yang diucapkan Bu Jun memang benar. Di parkiran mobil, terlihat beberapa mobil dengan bagasi terbuka. Isinya galon-galon yang penuh air. Sampai empat sampai lima buah. Begitu pun di sepanjang jalan dari parkiran menuju ke dalam. Orang keluar-masuk sambil menenteng galon air adalah pemandangan biasa. 

BACA JUGA: Arak 33 Kendi dalam Ruwat Agung Patirtan Jolotundo sebagai Terima Kasih

Sebelum masuk, di sebelah gapura, terdapat petunjuk yang diukir dalam batu berukuran besar. Bertuliskan: Tirta Wening Prabu Airlangga. Jika diterjemahkan, artinya "Air Suci Prabu Airlangga". 

Dari tulisan itu dapat ditebak. Bahwa masyarakat setempat menganggap bahwa Petirtaan Jolotundo dibangun oleh Airlangga. Atau setidaknya sebagai tempat pertapaan, bahkan pendharmaan Raja Airlangga.

Apakah benar? Perlu ditelisik lebih lanjut. Tapi sebelum melangkah ke situ, alangkah baiknya melihat dengan detail situs petirtaan tersebut.

Masuk ke dalam, petirtaan itu berdiri megah. Beberapa pengunjung berendam di kolam. Beberapa lagi mandi di bilik masing-masing. Ya, terdapat dua bilik di Petirtaan Jolotundo. Bilik kiri adalah bilik perempuan. Bagian kanan, bilik laki-laki.


Menyingkap situs petirtaan di Lereng Penanggungan (1). Di Petirtaan Jolotundo terdapat dua bilik. Yakni bilik laki-laki dan bilik perempuan.-Ahmad Rijaluddin E-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: