Bawaslu Paparkan 355 Hoaks dan Pelanggaran Konten Seputar Pemilu: Paling Banyak di FB

Bawaslu Paparkan 355 Hoaks dan Pelanggaran Konten Seputar Pemilu: Paling Banyak di FB

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty paparkan sejumlah data tentang hoaks pemilu di masing-masing paslon pada Senin, 12 Februari 2024-Bawaslu RI-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyampaikan temuan hoaks pemilu dan potensi hoaks, jelang pemungutan suara 14 Februari 2024. 

Temuan tersebut, berdasarkan penelusuran tim pengawasan siber Bawaslu dan Panwaslu Luar Negeri (LN) terhadap konten-konten yang beredar di media sosial.

Lolly mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi hasil pengawasan siber Bawaslu selama masa tahapan kampanye, yakni pada periode 28 November hingga 10 Februari 2024, telah ditemukan 355 dugaan pelanggaran konten internet (siber). 

"355 temuan ini, berdasarkan analisis oleh tim pengawasan siber terhadap konten yang diduga melanggar atau tidak," kata Lolly di media center Bawaslu, Senin, 12 Februari 2024.


Petugas Satpol PP bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya melakukan penertiban dan pembersihan alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di ruas-ruas jalan lintas Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 11 Februari 2024.-Moch Sahirol-Harian Disway

BACA JUGA:IDI Siapkan Tim Medis Siaga pemilu 2024 dan Himbauan Kesehatan Bagi TPS, Tim KPPS, Serta Para Pemilih

Dia menerangkan, temuan tersebut dibagi beberapa kategori. Lolly mencontohkan, berdasarkan platform, dari 355 konten yang sudah diawasi, ditemukan platform facebook (FB), sebanyak 33,2 persen dan platform youtube, yaitu 0,6 persen.

"Ini membuktikan, platform FB menjadi platform dengan isi konten paling banyak tentang pelanggaran pemilu dibanding Youtube," ucapnya.

Lolly menambahkan, berdasarkan jenis sasaran siber paling banyak, serangan siber paling banyak menyasar Paslon capres/cawapres 02 dengan prosentase hingga 45 persen.

BACA JUGA:Bawaslu Sebut Prabowo Gibran Paling Banyak Diserang Hoax, Nusron Wahid: Masyarakat Sudah Cerdas Memilah Informasi

"Paslon capres/cawapres 01 sebesar 33 persen. Sementara paslon 03 18 persen," sebutnya.

Pada saat itu pula, Srikandi Pengawasan tersebut turut memprediksi, bahwa hoaks jelang pemungutan suara akan meningkat. 

Sehingga dia meminta kepada jajaran Bawaslu, untuk lebih meningkatkan intensitas pencegahan dan pengawasan siber agar lebih maksimal.

"Kolaborasi dengan platform digital juga dilakukan dengan intens," pesannya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: