Hasil Borneo vs Persita Tangerang 1-0: Pesut Etam Perpanjang Rekor Kemenangan jadi 16 Laga!

Hasil Borneo vs Persita Tangerang 1-0: Pesut Etam Perpanjang Rekor Kemenangan jadi 16 Laga!

Pemain Borneo dan Persita kala merebutkan bola atas dalam pertandingan sore hari ini--X Borneo FC

HARIAN DISWAY - Borneo berhasil memperpanjang rekor kemenangan kala menghadapi Persita Tangerang pada Sabtu 2 Maret 2023. Bermain di kandang Persita, Indomilk Arena Tangerang, Borneo menang tipis 1-0.

Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan itu dibukukan oleh ujung tombak andalan Borneo, Felipe Cadenazzi, pada menit ke-51.

Pesut Etam, sebutan Borneo, resmi menorehkan rekor sebagai tim yang tak terkalahkan terlama di Liga 1 musim ini. Mereka membukukan catatan 16 laga tanpa kalah. Menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang Persib dengan 15 laga.

BACA JUGA:Liga 1: Persikabo 1973 vs Borneo FC 2-3, Tren Apik Pesut Etam Berlanjut

Dengan kemenangan itu, Borneo semakin kukuh di klasemen sementara Liga 1. Dengan mengumpulkan 63 poin dari 27 laga. Pasukan Pieter Huistra leading jauh sekali atas Persib Bandung yang ada di peringkat kedua dengan 45 poin.

Borneo unggul 18 poin!


Selebrasi pemain borneo kala menghadapi persita tangerang--x borneo fc

Dalam laga tersebut, kedua tim sama sama memainkan formasi 4-2-3-1 dengan menaruh satu striker di depan. Borneo diwakili Felipe Cadenazzi. Ia ditopang oleh tiga gelandang serang di belakangnya. Yakni Stefano Lilipaly, Wiljan Pluim, dan M Shiran.

BACA JUGA:Borneo FC Nyaman di Puncak, Kontrak Pieter Huistra Diperpanjang Hingga 2025

BACA JUGA:PSIS Ngamuk di Putaran Kedua, Susul Borneo FC di Puncak Klasemen

Sedangkan Persita mengandalkan Ramiro Fergonzi sebagai ujung tombak. Dan ditopang oleh Irsyad Maulana, Ezequiel Vidal, dan Ambrizal Umanailo.

Sebagai kandidat juara musim ini, Borneo langsung menekan sejak menit pertama. Mereka hampir saja mencetak gol pertama lewat Cadenazzi pada menit ke-11. Namun tembakannya masih berada tipis di samping gawang kiper Kartika Ajie.

Persita tidak tinggal diam. Pada menit ke-25, ia hampir saja memecah kebuntuan lewat tendangan keras Ezequiel Vidal. Namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang.

BACA JUGA:Liga 1 Borneo FC vs Persija Jakarta 3-1, Pesut Etam Menangkan Derbi Oranye

Hingga peluit babak pertama dibunyikan skor masih berakhir 0-0.

Babak kedua, Borneo kembali mengambil inisiatif serangan. Cadenazzi akhirnya berhasil menjebol gawang Persita lewat sebuah sundulan cantik. Ia mendapatkan umpan dari Kei Hirose.

Persita berusaha menambah daya gedor dengan menganti penyerang. Pelatih Divaldo Alves menarik keluar Irsyad Maulana ditarik, lalu memasukkan Esal Sahrul Muharom.


GELANDANG Borneo Silverio Silva (kiri) dan bek Persita Baek Sin Young berebut bola dalam lanjutan Liga 1, 2 Maret 2024.-Instagram Borneo FC-

BACA JUGA:Ini 8 Faktor Borneo FC Kandidat Kuat Jawara Liga 1

BACA JUGA:Jusuf Habibi Striker Muda dari Liga 2 Pengganti Jelle Goselink di Borneo FC

Ambrizal Umanailo juga ditarik keluar. Lalu digantikan oleh Badrian Ilham pada menit ke-55. Mereka semua memiliki karakter lebih menyerang. Dan diharapkan mampu menyumbangkan gol bagi Persita.

Hasilnya, bek tengah Persita Javlon Guseynov hampir saja menyamakan keunggulan lewat tendangan kerasnya pada menit tambahan. Namun tendangan tersebut masih bisa ditepis oleh kiper Borneo, Nadeo Argawinata.

Sampai peluit akhir pertandingan dibunyikan, skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Borneo. Mereka boleh dibilang lebih berhak atas kemenangan itu, lantaran mereka tampil lebih atraktif. Juga agresif.

BACA JUGA:Borneo FC vs Persik Kediri: Filipe Cadenazzi Cetak Hattrick, Permalukan Macan Putih

Terlihat dari statistik, Borneo lebih banyak mengontrol bola. Terbukti dari catatan ball posession yang mencapai 54%. Sedangkan para Pendekar Cisadane (sebutan Persita) hanya 46%.

Dari segi shoot on target pun Borneo membukukan 3. Sementara itu, sang tuan rumah hanya membukukan 2 tendangan ke gawang. Itu pun tak ada yang terkonversi menjadi gol.

Berkat kemenangan tersebut, kans Borneo untuk menjuarai Liga 1 makin besar. Di sisi lain, Persita semakin sulit mentas dari zona degradasi. Irsyad Maulana dkk masih terjebak di peringkat 16 dengan 28 poin dari 27 laga.

Akankah ada keajaiban buat Pendekar Cisadane? (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: