Warisan Nada Putri sebagai “Wali Kota” CitraLand Surabaya, Dari Event Hingga Terobosan Kelola Sampah

Warisan Nada Putri sebagai “Wali Kota” CitraLand Surabaya, Dari Event Hingga Terobosan Kelola Sampah

TARIAN GHOOMAR asal India yang disajikan pada CitraLand Superfest, Rabu, 19 Juli 2023.-Julian Romadhon-Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAYNada Putri Parastati lengser sebagai “wali kota” CitraLand Surabaya per 1 Maret 2024. Kini, jabatan City Manager CitraLand Surabaya itu segera tergantikan. 

“Awal Maret kemarin sudah mulai mengalihkan tugas ke penerus saya berikutnya,” ungkap Nada saat dihubungi Harian Disway, Senin, 11 Maret 2024. Nada cukup puas dengan pencapaian selama menjadi “wali kota”. 

Terutama dalam setahun terakhir. Banyak terobosan-terobosan yang dia kerjakan untuk kebermanfaatan dan kebahagiaan warga CitraLand Surabaya.

BACA JUGA:Ending Ciamik Citraland Superfest Tampilkan Kesenian Tradisional Tiga Daerah

Salah satu yang menggelegar pada pertengahan 2023. Dibikin perhelatan CitraLand Superfest, gelaran seni dan budaya yang melibatkan kebudayaan beberapa negara. Seru dan pecah sekali.

CitraLand Superfest bahkan menjadi semacam bejana keberagaman budaya dunia. Menyajikan tari-tarian dan musik dari beberapa negara. 


Mamlakat Ulasheva (kanan) bernyanyi diiringi tarian dari kelompoknya. Menghibur pengunjung Citraland Superfest Surabaya. -Sahirol Layeli-

Di sisi lain, Nada juga terus memperbarui berbagai sektor layanan. Sejumlah terobosan juga dilakukan. “Karena kita maunya inline semua dengan Ciputra Group. Jadi harus sustainability,” tegasnyi.

Dia mulai mengubah tata kelola sampah agar lebih baik. Yakni dengan sistem pemilahan. Sehingga meminimalkan residu yang akan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Benowo.

BACA JUGA:Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (2): Citraland Superfest Diramaikan Persembahan dari Korea Selatan dengan Gimpo Nongak

Nada menyediakan waste station khusus sampah yang didaur ulang. Selain itu, juga ada sortir center untuk pengelolaan. “Pengangkutan sampah juga lebih baik lagi. Dulu pakai truk terbuka, sekarang pakai truk tertutup supaya nggak polusi dan enak dilihat,” jelasnyi.

Tentu sejumlah perbaikan di sektor lain. Seperti kawasan hingga taman. Nada mengadakan program tanam pohon dalam rangka Hari Pohon sedunia. Ini untuk menjaga kawasan tetap hijau.

Namun, kata Nada, dia tak bekerja sendiri. Melainkan bekerjasama dengan seluruh RT/RW setempat untuk sama-sama membangun. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: