BMKG Ungkap Potensi Banjir Pesisir Akibat Bibit Siklon, New Moon, dan Perigee

BMKG Ungkap Potensi Banjir Pesisir Akibat Bibit Siklon, New Moon, dan Perigee

ilustrasi peningkatan gelombang air laut--freepik

HARIAN DISWAY - Penemuan Bibit Siklon Tropis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru baru ini berpotensi memicu terjadinya banjir pada wilayah pesisir Indonesia.

BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P ditemukan di sekitar wilayah Indonesia, yang mana ketiganya cenderung memberikan pengaruh pada wilayah selatan Indonesia. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan salah satu dampak dari kemunculan tiga Bibit Siklon Tropis ini adalah memicu kenaikan gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis. 

BACA JUGA:BMKG Temukan Tiga Bibit Siklon Tropis Pemicu Cuaca Ekstrem Indonesia

Lebih lanjut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di selatan Jawa dan Bibit Siklon Tropis 94S di Laut Timor - tenggara NTT mendorong peningkatan kecepatan angin hingga 35 knot.


Tangkapan layar data kecepatan angin TCWC, wilayah Indonesia per 15 Maret 2024--TCWC

Peningkatan kecepatan angin inilah yang memberikan pengaruh pada peningkatan tinggi gelombang pada beberapa wilayah perairan Indonesia. 

Belum lagi, kemunculan fenomena New Moon (Bulan Baru) bersamaan dengan fenomena Perigee yang turut mempengaruhi ketinggian air laut maksimum.

BACA JUGA:BMKG Berikan Prakiraan Wilayah Terdampak Tiga Bibit Siklon Tropis Indonesia

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, gabungan dampak dari Bibit Siklon Tropis 91S, Bibit Siklon Tropis 94S, serta New Moon disertai Perigee (fase terdekat bulan ke bumi) berpotensi menimbulkan banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

"Potensi Tinggi Gelombang Periode 14 -18 Maret 2024 dengan ketinggian 4.0 - 6.0 m (very rough sea) dapat terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB," terangnya

Guswanto meminta masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah rawan bencana, untuk terus waspada dan siaga.

Guswanto juga berpesan agar masyarakat terus melakukan pemantauan peringatan dini cuaca ekstrim dari BMKG.

BACA JUGA:BMKG: Awal Musim Kemarau Tahun 2024 Diprediksi Mundur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: bmkg