Impeachment Gagal, Presiden Korsel Bertahan, Demonstran Murka
Juru bicara Majelis Nasional Woo Won-shik mengetukkan palu untuk menyatakan bahwa voting dinyatakan tidak sah.-Jeon Heon-kyun-AFP
HARIAN DISWAY - RASA frustrasi mengambang di udara. Teriakan-teriakan amarah bersahut-sahutan. Begitu pula linangan air mata.
Sebagian besar dari ratusan ribu demonstran begitu emosional, Sabtu, 7 Desember 2024. Cita-cita mereka kandas: Presiden Yoon Suk-yeol gagal dimakzulkan. Pemungutan suara di parlemen tak cukup kuat untuk melengserkan presiden yang mengeluarkan status darurat militer pada Selasa, 3 Desember 2024.
Sejatinya, demonstran datang dengan cukup optimistis. Mereka bernyanyi-nyanyi, berseru-seru, menginginkan pelengseran Yoon. Bahkan, mereka ingin Yoon ditangkap dan dipenjara.
Demonstran berfoto di depan boneka Presiden Yoon Suk-yeol dan Donald Trump di Seoul, 7 Desember 2024.-Anthony Wallace-AFP
Suasana demonstrasi itu penuh warna. Demonstran datang dengan membawa light stick seperti menghadiri konser K-pop. Anak-anak ikut berdemo.
Tetapi, suasana begitu hening begitu para wakil rakyat mulai memasukkan kertas suara. Mereka menantikan nasib pemerintahan Korsel. Ingin agar sang presiden benar-benar tersingkir.
Sayangnya, hasil voting tak sesuai harapan. Dari 300 wakil rakyat, hanya 198 orang yang mengusulkan pemakzulan. Kurang dua suara untuk mencapai ambang kesepakatan sah.
BACA JUGA:Kasus-Kasus yang Membelit Para Presiden Korea Selatan
’’Jumlah pendukung impeachment tidak mencapai dua pertiga. Karena itu, mosi pemakzulan kami anggap tidak sah,’’ ucap Woo Won-shik, juru bicara Majelis Nasional.
’’Rasanya kecewa sekali. Yang dilakukan wakil rakyat—melarikan diri dari pemungutan suara—adalah cara mereka melanggengkan status dan kekuasaan. Tidak peduli pada rakyat,’’ ucap An Jun-cheol, seorang demonstran berumur 24 tahun, yang diwawancarai Agence France-Presse.
Tetapi, An tak mau menyerah. Ia masih ingin tetap berdemo. Sampai presiden jatuh. ’’Pasti akan ada lebih banyak orang yang berdemo,’’ katanya.
Warna-warni light stick dibawa oleh para demonstran di depan Majelis Nasional, Seoul, 7 Desember 2024.-Jung Yeon-je-AFP
BACA JUGA:Darurat Militer Korea Selatan Dicabut setelah Ditolak Parlemen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: