Masyarakat Puas Dengan Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Begini Tanggapan Khofifah

Khofifah saat menjadi pembicara di International Conference on Research and Community Service (ICORCS) KH. Abdul Chalim University, di Islamic Center Surabaya, Kamis 30 Januari 2025.-Tim media Khofifah Indar Parawansa-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Indikator Politik Indonesia (IPI) baru saja merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan kepemimpinan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di 100 hari pertama mereka menjadi presiden dan wakil presiden RI.
Hasilnya, 79,3 persen dari 1.220 responden mengaku puas.
Survei itu dilakukan periode 16-21 Januari 2025. Survei tercatat memiliki margin of error sekitar 2,9 persen. Adapun tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.
Rincian survei itu antara lain, masyarakat yang mengaku sangat puas sebesar 13,5 persen. Lalu cukup puas 65,8 persen. Kurang puas 16,3 persen. Tidak puas sama sekali sebesar 0,6 persen. Lalu tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 3,8 persen.
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga merasa puas dengan kepemimpinan presiden dan wakil presiden yang baru ini.
Menurutnya, banyak terobosan yang terjadi di awal mereka memimpin. Salah satunya pemberantasan korupsi dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
BACA JUGA: Filosofi Hidup Khofifah Indar Parawansa dan Peluangnya Pada Tahun Ular Kayu 2025
“Saya kebetulan mengikuti semuanya. Saya melihat, janji yang dibuat masa kampanye telah satu per satu direalisasikan. Kerjanya nyata,” kata Khofifah saat ditemui di International Conference on Research and Community Service (ICORCS) KH. Abdul Chalim University, di Islamic Center Surabaya, Kamis 30 Januari 2025.
Mantan Menteri Sosial RI itu berharap, semua kinerja positif itu konsisten dilakukan Prabowo-Gibran untuk kesejahteraan masyarakat Jatim. Sehingga, cita-cita Indonesia Emas di 2045 dapat terwujud. Kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya terus meningkat. “Ini pun komitmen kita bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Konferensi Internasional di Islamic Center Surabaya tersebut kata Khofifah sangat penting.
“Ini agak langka. Karena tak banyak perguruan tinggi yang berkekuatan atau memiliki power untuk membangun riset dan community service secara berseiring,” tegas Khofifah.
BACA JUGA: Virus PMK Naik Jelang Ramadan, Ini Kata Khofifah
Terlebih konferensi ini menghadirkan para tokoh dengan keilmuan tinggi. Ada empat keynote speaker yang dihadirkan dalam konferensi ini. Mereka adalah Dr. Bassem Abdullah Obaid yang merupakan dosen dari Imam Al-Azam University Baghdad Iraq, kemudian Prof. Dr. Muhammad Abdol Samad Al-Mehanna yang merupakan dosen Syariah Wal Qanun di Al Azhar University Mesir.
Tak hanya itu, konferensi ini juga turut dihadiri oleh Syaikh Abdul Aziz Al-Shahawi yang berupakan Imam Besar Shafi'i Schools at Al-Azhar Al-Sharif. Serta Yusri Rusyd Jabr yang merupakan Guide of The Shadhili Siddiqiya Order.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: