Pembersihan Makam Sebelum Ramadan: Tradisi Nyekar dan Doa untuk Leluhur

Pembersihan Makam Sebelum Ramadan: Tradisi Nyekar dan Doa untuk Leluhur

Doa bersama di pemakaman, momen refleksi spiritual yang mengingatkan kita akan pentingnya hubungan dengan Tuhan dan keluarga sebelum memasuki bulan puasa. --Pinterest

Meskipun nyekar dilakukan oleh banyak masyarakat di Indonesia, setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam tradisi ini. Di Jawa, misalnya, nyekar sering diiringi dengan pembacaan doa bersama di makam dan tabur bunga.

Di Sumatra, khususnya di Minangkabau, ziarah kubur lebih sering dilakukan secara sederhana tanpa tabur bunga, tetapi tetap diiringi doa dan tahlil.

BACA JUGA: Niat Sahur, Berbuka, dan Tarawih, Pastikan Sudah Hafal Sebelum Ramadan

Sementara di beberapa daerah lain, ada yang mengombinasikan tradisi ini dengan sedekah atau berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk syukur menjelang Ramadhan.

Tradisi nyekar tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga berdampak sosial yang positif. Banyak pemakaman umum yang mendapatkan perhatian lebih pada periode ini, karena banyak keluarga yang datang untuk membersihkan dan merawat makam.

Selain itu, kegiatan ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, mengingat makam yang terawat mencerminkan kepedulian terhadap orang yang telah meninggal.

BACA JUGA: 7 Amalan yang Dapat Menggandakan Pahala di Bulan Ramadan

Dari sisi religius, nyekar memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk bermuhasabah atau melakukan refleksi diri. Berdoa di makam menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia ini sementara, dan setiap orang akan kembali kepada Allah.

Dengan demikian, tradisi ini dapat memperkuat keimanan serta mendorong seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan di bulan Ramadan

Menjelang Ramadan, tradisi nyekar menjadi bagian penting dari persiapan spiritual dan sosial bagi banyak masyarakat di Indonesia. Pembersihan makam bukan sekadar membersihkan pusara, tetapi juga menjadi wujud penghormatan dan doa bagi para leluhur yang telah berpulang.

BACA JUGA: 8 Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia

Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga serta mengingatkan setiap individu akan kefanaan hidup. Dengan demikian, memasuki bulan suci Ramadhan, hati pun menjadi lebih tenang dan siap untuk beribadah dengan penuh keikhlasan. (*)

*) Pingki Maharani, mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: