Kejagung Bantah Pembelaan Pertamina, RON 88 Dicampur dan Dijual Jadi RON 92

Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang untuk memeriksa mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang dalam Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak K-Fajar Ilman-
Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp193,7 triliun yang bersumber dari lima komponen.
- Kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri sekitar Rp35 triliun,
- Kerugian impor minyak mentah melalui broker sekitar Rp2,7 triliun,
- kerugian impor BBM melalui broker sekitar Rp9 triliun,
- kerugian pemberian kompensasi tahun 2023 sekitar Rp126 triliun,
- kerugian pemberian subsidi tahun 2023 sekitar Rp21 triliun.
Saat ini Kejagung menetapkan ada total 9 tersangka pada kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
- Riva Siahaan selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
- Sani Dinar Saifuddin selaku Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
- Yoki Firnandi selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
- Agus Purwono selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional,
- Maya Kusmaya selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga
- Edward Corne selaku VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.
- Muhammad Kerry Andrianto Riza selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa,
- Dimas Werhaspati selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan
- Gading Ramadhan Joedo selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak. (*)
*) Mahasiswa Magang dari Universitas Airlangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: