Hari Ini IHSG Anjlok Hingga ke Level 6300an, Apa Saja Faktor-Faktor Penyebabnya?

IHSG hari ini--BEI
BACA JUGA:Sektor Energi Pengaruhi IHSG
BACA JUGA:IHSG Merosot 1,04 Persen, Pasar Modal Indonesia dalam Tren Lesu
2. Tarif Trump
Presiden Donald Trump berbicara pada acara National Prayer Breakfast yang disponsori oleh The Fellowship Foundation di Washington Hilton pada tanggal 06 Februari 2025 di Washington, DC.-Andrew Harnik / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP-AFP Forum
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menegaskan kebijakan perang dagangnya dengan mengumumkan bahwa tarif baru sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 4 Maret, sementara China akan dikenakan tambahan tarif 10% pada tanggal yang sama.
Keputusan ini semakin memperkuat kebijakan proteksionisme ekonomi yang menjadi ciri khas pemerintahannya, serta meningkatkan ketidakpastian di pasar global.
Kebetulan 4 Maret 2025 jatuh pada minggu pertama bulan Ramadhan, sehingga kebijakan tarif ini diperkirakan akan memiliki dampak signifikan terhadap pasar keuangan selama pekan tersebut
Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis, 27 Februari 2025, Trump menegaskan bahwa tarif tersebut akan diberlakukan sesuai dengan rencana.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa perdagangan narkotika ilegal dari Meksiko dan Kanada ke AS masih berada pada tingkat yang sangat tinggi dan tidak dapat diterima.
"Kami tidak bisa membiarkan ancaman ini terus merusak AS. Oleh karena itu, hingga masalah ini berhenti atau setidaknya sangat dibatasi, tarif yang dijadwalkan untuk diberlakukan pada 4 Maret akan tetap berlaku, seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya," tulis Trump di unggahan Truth Social.
BACA JUGA:LPS Jamin Danantara Tak Akan Ambil Saldo Nasabah BRI, BNI, hingga Mandiri
BACA JUGA:Bank Emas Resmi Rilis, Ini Cara Bikin Rekening Bank Emas di Pegadaian dan BSI
3. Cut Off Rebalancing Indeks MSCI Berlaku Jumat, 28 Februari 2025
Hari ini akan menjadi cut-off untuk rebalancing indeks MSCI, yang akan mulai berlaku efektif pada 3 Maret 2025. Diketahui bahwa MSCI telah mengurangi bobot Indonesia dari 2,2% menjadi 1,5% dalam lima tahun terakhir.
Sebelumnya, MSCI juga telah mengurangi jumlah konstituen saham Indonesia secara bertahap.
Dalam rebalancing terbarunya, MSCI tidak menambahkan saham baru ke dalam kategori large cap Indonesia, melainkan mengeluarkan tiga saham, yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
MDKA dan INKP kini digolongkan ke dalam kategori small cap, sementara UNVR sepenuhnya dikeluarkan dari daftar konstituen MSCI. Perubahan ini akan memperkecil ruang bagi investasi asing di pasar saham domestik. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: