Bisnis Lebaran: Dari Kue Kering Hingga Busana Muslim, Mana Paling Untung?

Bisnis Lebaran: Dari Kue Kering Hingga Busana Muslim, Mana Paling Untung?

Menjual busana Muslim menjadi salah satu ide bisnis menjelang Idulfitri. --Pinterest

HARIAN DISWAY - Bulan Ramadan selalu membawa berkah bagi berbagai sektor bisnis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan konsumsi dan gaya hidup masyarakat. Dua jenis bisnis yang selalu mengalami lonjakan permintaan selama bulan suci ini adalah bisnis kue kering dan bisnis busana muslim. 

Setiap tahun, bulan Ramadan selalu menjadi momen emas bagi berbagai sektor bisnis musiman. Dari kuliner hingga fashion, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan lonjakan permintaan selama bulan suci ini.

Keduanya memiliki potensi keuntungan yang besar, tetapi manakah yang lebih menguntungkan? Mari kita bandingkan dari segi modal, luasan target pasar, hingga potensi penghasilan.

BACA JUGA: 5 Resep Kue Kering Berbentuk Unik untuk Lebaran 2025

Modal Awal

Modal awal menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan bisnis. Bisnis kue kering memiliki fleksibilitas modal yang lebih rendah dibandingkan busana muslim. 

Dengan modal sekitar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta, seseorang sudah bisa memulai usaha kue kering rumahan, mencakup bahan baku, peralatan memasak, hingga kemasan. Jika ingin produksi dalam skala besar, modalnya bisa mencapai Rp 20 juta lebih, tergantung pada kapasitas produksi dan pemasaran.

Sementara itu, bisnis busana muslim cenderung membutuhkan modal lebih besar. Untuk menjadi reseller atau dropshipper, modal awal bisa dimulai dari Rp 3 juta hingga Rp 10 juta.

BACA JUGA: 4 Resep Kue Kering Lebaran yang Mudah dan Praktis Dibuat di Rumah

Namun, jika ingin memproduksi sendiri atau memiliki stok yang lengkap, modalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Biaya produksi meliputi bahan kain, desain, jahitan, hingga biaya pemasaran.

Target Pasar

Kue kering memiliki target pasar yang cukup luas, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, hingga pemilik bisnis hampers yang membutuhkan stok kue kering untuk dijual kembali. 

Konsumsi kue kering meningkat drastis menjelang Lebaran karena masyarakat Indonesia memiliki tradisi menyajikan aneka kue saat Hari Raya Idulfitri. Sebaliknya, busana Muslim juga memiliki target pasar yang luas, tetapi cenderung segmented. 


Konsumsi kue kering meningkat drastis menjelang Lebaran karena tradisi menyajikan aneka kue saat Hari Raya Idulfitri. --Pinterest

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: