Khutbah Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya: Kembali Menuhankan Allah, Jangan Terpengaruh Kondisi Ekonomi

Pati Baharkam Polri Komjen Pol Muhammad Iqbal bersama sang istri tengah mengabadikan momen usai menjalanlan salat Ied di Masjid Al Akbar Surabaya, Senin, 31 Maret 2025.-Boy Slamet-Harian Disway -
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Seusai salat Id di Masjid Al Akbar Surabaya, ribuan jamaah berangsur meninggalkan kawasan masjid termegah di Kota Pahlawan itu.
Namun, bagi sebagian lainnya, halaman masjid masih menjadi tempat berharga untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Seperti Imam Khoyubi dan istrinya, yang memilih berfoto di sisi selatan masjid sambil menunggu kemacetan mereda.
Di tengah lautan jamaah yang datang sejak subuh, khutbah Idulfitri tahun ini mengajak umat Islam untuk menjadikan lebaran lebih dari sekadar perayaan.
Di setiap titik di masjid yang dibangun pada 4 Agustus 1995 itu menjadi spot foto tersendiri bagi mereka.
“Mau pulang cepat, tapi di depan sangat macet. Jadi, sambil menunggu, saya foto-foto dulu bersama istri. Hanya saya berdua yang salat di sini. Dua anak saya tinggalnya berjauhan. Anak pertama saya tinggal di Kenjeran dan anak kedua saya di Wage, Sidoarjo,” katanya kepada Harian Disway, Senin 31 Maret 2025.
Menurutnya, setiap tahun ia dan istrinya menjalankan ibadah salat Id di masjid yang diresmikan oleh Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid twrsebut.
“Orang tua saya sudah tidak ada. Jadi, setiap hari pertama Idulfitri pasti saya di Surabaya. Keluarga saya dari beberapa daerah pasti datang ke rumah,” kata pria berusia 59 tahun itu.
BACA JUGA:Ribuan Jamaah Dirikan Salat Idulfitri di Masjid Cheng Hoo Surabaya
Hari kedua lebaran, barulah ia beserta istrinya dan anaknya pulang kampung ke Nganjuk.
“Istri saya juga di Nganjuk. Jadi kami sejalan. Mendatangi saudara-saudara saya dan istri di sana,” katanya lagi.
Imam besar Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) KH. Abdul Hamid Abdullah dipercaya sebagai imam dalam salat itu. Sementara yang bertugas sebagai khatib adalah Dr. Akhmad Sruji Bachtiar, kepala kantor wilayah Kementerian Agama Jatim.
BACA JUGA:Salat Idulfitri di Balai Kota Surabaya Jadi Simbol Kebersihan Hati
Dalam ceramahnya, Akhmad Sruji Bachtiar meminta jemaah untuk tidak momen Idulfitri ini tidak hanya sekadar perayaan atau momen saling bermaaf-maafan. Namun, juga komitmen untuk tetap meneguhkan keimanan dan tauhid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: