Kasus Super Flu Tertinggi di Jawa Timur, Khofifah Tegaskan Kondisi Masih Terkendali
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.--Kemenkes
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu terbanyak yang tercatat di Indonesia hingga 25 Desember 2025.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tercatat 62 kasus Super Flu atau influenza varian H3N2 subclade K di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Jatim menjadi provinsi dengan kasus terbanyak yakni 23 kasus, disusul oleh Kalimantan Selatan dengan 18 kasus, Jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, dan Jawa Tengah, Sulawesi Utara, serta Yogyakarta masing-masing satu kasus.
Data tersebut merupakan hasil pemeriksaan spesimen dari 88 fasilitas sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sentinel ILI–SARI merupakan fasilitas kesehatan rujukan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan untuk memantau penyakit menular, khususnya penyakit pernapasan. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium kesehatan masyarakat serta laboratorium rujukan berstandar biosafety level 3 (BSL-3).
Dari hasil pemeriksaan tersebut, hingga akhir Desember tercatat 62 kasus di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur. Menanggapi temuan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa situasi Influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur hingga akhir 2025 masih dalam keadaan terkendali.

Khofifah bersama Forkopimda memantau arus lalu lintas di Surabaya -Humas Pemprov Jawa Timur -
BACA JUGA:Waspada Super Flu Usai Libur Nataru, Pemkot Surabaya Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
BACA JUGA:Bertemu Konjen RRT, Khofifah Bahas Kerja Sama SDM hingga Ekspor
“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Di Jawa Timur, kondisi ini masih terkendali dengan baik,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin, 05 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa kemunculan varian baru influenza merupakan bagian dari dinamika perkembangan virus yang terus dipantau secara ilmiah oleh para ahli. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Munculnya varian ini merupakan hal yang wajar dalam perkembangan virus influenza dan terus dipantau oleh para ahli melalui pemantauan ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” tambah perempuan kelahiran Wonocolo, Surabaya itu.
Khofifah juga menyampaikan bahwa meskipun kondisi terkendali, pengamatan terhadap virus tersebut terus dilakukan melalui sistem surveilans ILI dan SARI di sejumlah fasilitas kesehatan di Jawa Timur. Hasil surveilans secara rutin dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan whole genome sequencing.
BACA JUGA:Stok 1,8 Juta Ton Pupuk, Jatim Siap Lumbung Padi Nasional di Tahun 2026
BACA JUGA:BPH Migas Apresiasi Jatim, Khofifah Tegaskan BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
“Seluruh temuan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat kewaspadaan dini, terutama melalui pemantauan kasus ISPA di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Jatim terus mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan etika batuk, perilaku hidup bersih dan sehat, serta penggunaan masker di ruang tertutup dan kerumunan.
Selain Pemprov Jatim, sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga turut menghimbau masyarakat yang telah berlibur untuk memerikasakan diri.
"Kalau liburan ke luar negeri kan ada screening, suhu badan kelihatan. Tapi untuk yang liburan di dalam negeri, saya berharap kalau merasa badannya tidak enak untuk memeriksakan diri," ujar Eri pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Jatim juga akan segera membuatkan Surat Edaran kewaspadaan ISPA. Khofifah berharap dengan SE tersebut masyarakat Jatim dapat tetap meningkatkan kewaspadaan namun tanpa dibarengi dengan kepanikan.(*)
*)Peserta Magang Kemenaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: