Bertemu Konjen RRT, Khofifah Bahas Kerja Sama SDM hingga Ekspor

Bertemu Konjen RRT, Khofifah Bahas Kerja Sama SDM hingga Ekspor

Gubernur Khofifah bersama Konjen RRT di Surabaya Ye Su-Humas pemrov Jatim -

SURABAYA, HARIAN DISWAYGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke kediaman Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Ye Su, Sabtu 31 Desember 2025. Berbagai potensi kerjasama dibahas. 

Antara lain, pengembangan sumber daya manusia (SDM), manufaktur, hingga peningkatan ekspor produk unggulan Jawa Timur ke Tiongkok. 

Dari beberapa potensi tersebut, pengembangan SDM mendapat perhatian khusus. Program yang disiapkan adalah beasiswa bagi pelajar serta pelatihan guru SMK. 

Khofifah mengatakan Jawa Timur telah menyiapkan ekosistem pendidikan yang mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global. Yakni melalui sekolah unggulan berasrama.

BACA JUGA:Revitalisasi 38 Sekolah Selesai, Khofifah Tekankan Mutu Pendidikan


Sektor pengembangan SDM dan Perdagangan memiliki potensi untuk dikerjasamakan -Humas pemrov Jatim -

“Penguatan pendidikan menengah di Jawa Timur kami selaraskan dengan kebutuhan pendidikan tinggi. Dengan begitu, transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi bisa berlangsung lebih efektif,” kata Khofifah.

Dia menceritakan sistem penerimaan perguruan tinggi di Indonesia. Ada jalur tes dan tanpa tes yang berbasis prestasi akademik,  maupun nonakademik. 

Selama periode 2020–2025, siswa Jawa Timur konsisten menjadi yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri. Baik melalui jalur tes maupun tanpa tes.

“Enam sekolah berasrama kami desain untuk menyiapkan calon pemimpin. Ketika ada peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, sekolah-sekolah ini siap menjadi penyangga utama,” ujarnyi.

BACA JUGA:Pendapatan Jatim Lampaui Target 2025, Khofifah Wanti-wanti Tantangan Fiskal 2026

BACA JUGA:BPH Migas Apresiasi Jatim, Khofifah Tegaskan BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga membahas sektor perdagangan. Dia mendorong kerja sama diarahkan pada pengembangan industri manufaktur dan peningkatan ekspor. 

Jawa Timur memiliki basis industri yang kuat. Pada triwulan III 2025, kontribusi industri manufaktur Jawa Timur mencapai 31,16 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: