BPH Migas Apresiasi Jatim, Khofifah Tegaskan BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
Gubernur Jawa TImur Khofifah Indah Parawansa-Tirtha Nirwana Sidik-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Jawa Timur tergolong sebagai provinsi dengan aktivitas ekonomi dan sektor produktif yang tinggi. Kebutuhan energi pun menjadi besar.
Pada 2025, kuota BBM untuk Jatim ditetapkan sebesar 2.715.689 kiloliter (KL) untuk Jenis BBM Tertentu (JBT). Lalu, 4.358.878 KL untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).
Hingga akhir tahun, realisasi penyaluran tercatat 2.240.737 KL untuk JBT dan 3.212.481 KL untuk JBKP.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya kebutuhan tersebut, diimbangi dengan pengelolaan dan pengawasan yang cermat.
BACA JUGA:Pendapatan Jatim Lampaui Target 2025, Khofifah Wanti-wanti Tantangan Fiskal 2026

istimewa-Humas Pemprov Jawa Timur -
Langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong digitalisasi penerbitan surat rekomendasi melalui Aplikasi XStar BPH Migas.
Sistem ini diterapkan secara menyeluruh di kabupaten dan kota se-Jatim melalui koordinasi dan pendampingan berkelanjutan.
“Melalui sistem digital ini, kami memastikan penyaluran BBM bersubsidi tidak melenceng dari sasaran. Tata kelola yang akuntabel akan memastikan subsidi energi benar-benar memberi manfaat dan keadilan bagi masyarakat,” katanyi.
Penggunaan sistem digital tersebut mendapat apresiasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Penghargaan pun diberikan 30 Desember 2025, di Jakarta.
BACA JUGA:Sepekan Cuaca Ekstrem di Jatim, Berlaku di 38 Kabupaten Kota
BACA JUGA:8,8 Juta Orang Padati Destinasi Wisata di Jatim, KBS Menjadi Yang Tertinggi
Khofifah mengapresiasi penghargaan tersebut. Dia menyebut capaian itu sebagai hasil sinergi kuat antara Pemprov Jatim, BPH Migas, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
“Penghargaan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat pengawasan dan tata kelola penyaluran BBM bersubsidi agar tepat guna dan tepat sasaran,” ucapnyi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: