Sepekan Cuaca Ekstrem di Jatim, Berlaku di 38 Kabupaten Kota

Sepekan Cuaca Ekstrem di Jatim, Berlaku di 38 Kabupaten Kota

Adhy Karyono (kanan) saat menyusuri Sungai Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo untuk mengatasi banjir Sidoarjo. -Biro Adpim Pemprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- BMKG Juanda mengeluarkan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Jatim mulai tanggal 1-10 Januari ini. 

Peringatan itu berlaku penuh di 38 kabupaten kota di Jatim. Masyarakat diminta waspada akan potensi bencana hidrometeorologi. Yang berpotensi mengakibatkan hujan lebat, banjir, dan tanah longsor

Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, peningkatan cuaca ekstrim itu merupakan dampak aktifnya monsun Asia. Dan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO (Madden Julian Oscillation) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.

Sementara saat ini suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan. ”Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelasnya, Jumat, 2 Januari 2026.. 

BACA JUGA:BMKG: 18 Perairan di Jatim Alami Gelombang Tinggi hingga 2 Januari, Khofifah Minta Wisatawan Lebih Waspada

BACA JUGA:Potensi Hujan Lebat dan Prakiraan Cuaca Pada Akhir Tahun 2025, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Terkait kondisi itu, BMKG Juanda meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terutama mereka yang tinggal dan berdekatan di wilayah topografi curam, bergunung, tebing. ”Diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” kata Taufiq. 

Selain kewaspadaan, Taufiq meminta masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI. Serta peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG 2-3 jam ke depan. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim juga telah mengimbau agar waspada di bulan Januari ini. Mengingat tren kejadian bencana tahun lalu, Januari merupakan bulan tertinggi kejadian bencana. 

Sepanjang 2025, ada 326 kejadian bencana terjadi di seluruh Jatim. Dari jumlah tersebut sebanyak 55 kejadian bencana terjadi di Januari 2025. Sementara Februari tertinggi kedua dengan 51 kejadian bencana.

Ketua Tim Pusat Data dan Informasi BPBD Jatim Muhammad Amrul mengatakan, ada tiga potensi bencana yang perlu diwaspadai di bulan Januari. Di antaranya gelombang tinggi, curah hujan dan angin kencang, serta banjir rob. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: