Waspada Super Flu Usai Libur Nataru, Pemkot Surabaya Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.-memorandum.disway.id/Arif Alfiansyah-
HARIAN DISWAY - Pemerintah Kota Surabaya mengantisipasi potensi meningkatnya kasus influenza A subclade K atau yang dikenal masyarakat sebagai super flu setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah kewaspadaan dilakukan menyusul tingginya mobilitas warga selama libur panjang akhir tahun.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa hingga awal Januari 2026 pihaknya belum menerima laporan detail terkait jumlah kasus super flu di Kota Pahlawan.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Tabuh Genderang Perang Anti Premanisme
BACA JUGA:Tindak Tegas Pungli Rekrutmen Wira Wiri, Wali Kota Eri Cahyadi Skors Oknum Petugas
“Saya belum mendapatkan laporan ya,” ujar politikus PDI Perjuangan itu, Sabtu, 3 Januari 2026.
Meski belum ada laporan kasus, Eri meminta masyarakat tetap waspada, terutama bagi warga yang merasa kondisi tubuhnya tidak fit setelah menjalani libur Nataru.
Ia mengimbau agar warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah potensi penularan.
“Kalau liburan ke luar negeri kan ada screening (saat kembali), suhu badan kelihatan. Tapi untuk yang liburan di dalam negeri, saya berharap kalau merasa badannya tidak enak untuk memeriksakan diri,” jelasnya.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Bentuk Satgas Anti Preman, Jaga Kondusifitas Kota Surabaya
BACA JUGA:Misa Malam Natal Katedral, Eri Cahyadi Beri Selamat, Uskup Berpesan Soal Keluarga
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiapkan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) serta melakukan koordinasi dengan rumah sakit.
Setiap temuan pasien dengan gejala yang mengarah pada super flu diminta segera dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan.
Apa Itu Super Flu?
Istilah super flu bukanlah terminologi medis resmi. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza A H3N2 subclade K, varian virus influenza yang dinilai lebih agresif, mudah menular, dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: