Pemkot Surabaya dan KPTDP Dorong Layanan Perlinsos Digital Lebih Transparan
Uji coba dan pendaftaran awal atau registrasi digital di Surabaya sejak Juni 2026-Pemkot Surabaya-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda percepatan transformasi digital nasional. Menjadi salah satu lokasi uji coba atau pilot project program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital, Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Komite Percepatan Digital Transformasi Pemerintah (KPTDP) untuk mewujudkan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang transparan, akurat, dan tepat sasaran.
Uji coba Perlinsos Digital ini merupakan bagian dari cetak biru penyelenggaraan pemerintahan digital menuju Satu Data Indonesia (SDI). Melalui sistem ini, data penerima manfaat dikoneksikan dan diinteroperabilitaskan secara langsung dengan delapan kementerian atau lembaga.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa sistem Perlinsos Digital mengintegrasikan berbagai basis data secara real-time. Data tersebut bersumber dari BPS, BKN, Korlantas Polri, BPN, Dukcapil, BPJS Ketenagekerjaan, Kementerian PAN-RB, Kementerian Komunikasi dan Digital.
Implementasi awal di Surabaya yang saat ini mencakup Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) terbukti efektif membenahi tata kelola bantuan.
BACA JUGA:Aplikasi Perlinsos Digital Diuji Coba di Surabaya, Signifikan Pangkas Birokrasi Bansos
BACA JUGA:Surabaya Jadi Percontohan Perlinsos Digital, Siapkan 12 Ribu Agen
"Dengan integrasi data ini, kita mampu mengeliminasi inclusion error (orang yang saat ini menerima bantuan padahal secara kriteria ekonomi sudah tidak berhak) sebesar hampir 25 persen. Selain itu, kita juga bisa mengakomodasi exclusion error, yaitu warga layak yang sebelumnya belum terdata, sebesar 43 persen,” tegas Eddy.
Eddy menambahkan bahwa pada masa yang akan datang, integrasi ini tidak hanya untuk bansos, tetapi juga akan mencakup Bantuan Operasional Sekolah/Program Indonesia Pintar (PIP), subsidi listrik, BPJS Kesehatan, hingga data perpajakan dan pengajuan kredit.
“Tentunya kami sangat mendukung program pemerintah untuk transformasi digital. Kami juga menargetkan Pemkot Surabaya memiliki Data Center khusus berteknologi Server AI sebelum tahun 2030 untuk menunjang transformasi tersebut,” imbuhnya.
Penunjukan Surabaya sebagai lokasi uji coba bukan tanpa alasan. Head of Operations KPTDP, Sekar Audifa, menilai fondasi digital dan tata kelola Pemkot Surabaya sudah sangat kuat, didukung oleh koordinasi lapangan yang solid hingga tingkat RT/RW.
BACA JUGA:Gandeng RSMM Jatim dan Baznas, Pemkot Surabaya Perhatikan Kesehatan Mata Guru PAUD
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Batalkan Ekskul Mobile Legends, Ketua ESI: Kenapa Kami Tidak Diajak Bicara?
“Yang paling menentukan bukan hanya teknologinya, melainkan kemampuan seluruh perangkat daerah untuk bekerja secara terkoordinasi. Kami melihat sinergi yang sangat baik antara Diskominfo, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW di Surabaya," ungkap Sekar.
Pihaknya berharap sinergi dengan Pemkot Surabaya terus diperkuat dalam mendampingi masyarakat selama uji coba dan memastikan proses di lapangan berjalan lancar, serta menyampaikan masukan dari pelaksanaan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: