Ledakan Pipa Gas Malaysia; Kisah Warga Indonesia yang Selamat

Api yang membara dari pipa gas milik Petronas yang bocor, di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, Selasa, 1 April 2025.-Dokumen Datuk Diraja Dimyani untuk Harian Disway-
Saat ledakan terjadi, pihak Petronas langsung menutup keran menuju ke pipa yang bocor tersebut. Tetapi, ternyata sisa-sisa gas di sepanjang jalur pipa tersebut masih ada. Api baru padam 7 jam setelah ledakan.
Setelah api padam, Dimyani berusaha kembali untuk mendekat ke titik api. Tidak bisa. Masih terlalu panas. Jarak terdekat adalah sekitar 400 meter dari titik ledakan.
“Kami mencoba bersandar di pagar rumah orang. Itu saja sudah panas sekali,” ungkapnya.
Masyarakat yang tinggal dekat lokasi ledakan dievakuasi ke dua masjid yang jadi tempat penampungan sementara. Yakni, Masjid Nurul Iman dan Masjid Putra Heights.
BACA JUGA: Idulfitri di Mandalay, Myanmar: Salat yang Tertunda di Tengah Duka karena Gempa
Menurut Dimyani, selain suara gemuruh dari pipa gas, suara sirene ambulans membuat suasana kian mencekam.
Ambulans itu itu membawa ratusan korban ke empat rumah sakit milik pemerintah dan dua milik swasta.
Dari kejadian itu, memang tidak ada yang secara langsung terbakar. Tetapi, hawa panas yang tinggi itu membuat kulit manusia melepuh. Total korban sekitar 320-an orang. Untung tidak ada yang meninggal.
Sorenya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim datang ke lokasi kejadian. Ia memerintahkan pemerintah Selangor untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Anwar juga mendoakan agar warga dan petugas dalam kondisi baik.
Malam harinya, pukul 20.00 waktu setempat, Dimyani kembali mencoba mendekat. Sayang, lokasi masih ditutup. Penjagaan masih tinggi. “Hari ini saya sih belum ke sana. Rencana, saya masih mencoba ke sana untuk mendekat ke lokasi ledakan. Sedekat mungkin yang saya bisa lihat,” ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: