Setelah Tragedi Longsor, Objek Wisata di Pacet-Cangar Ditutup Sementara

Pengumuman penutupan objek wisata Pacet-Cangar melalui akun instagram resmi Disbudpar Provinsi Jatim.-Instagram @disbudparjatimprov-
HARIAN DISWAY – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur mengumumkan penutupan sementara sejumlah objek wisata di kawasan Cangar, Mojokerto, menyusul cuaca ekstrem dan potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet-Cangar.
Keputusan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @disbudparjatimprov pada Jumat, 4 April 2025.
Dalam pengumuman tersebut, 4 destinasi wisata yang untuk sementara ditutup yaitu Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Petung Sewu.
BACA JUGA:Polisi Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut Karnaval HUT RI di Pacet, Mojokerto
Penutupan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan demi keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.
“Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dimaklumi,” tulis Disbudpar Jatim dalam unggahannya.
Satu Korban Longsor di Cangar Mojokerto Ditemukan Meninggal, Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Sementara itu, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban bencana tanah longsor di kawasan Cangar, Mojokerto, pada Kamis, 3 April 2025.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah minibus berwarna abu-abu yang tertimbun material longsor. Identitas korban terungkap sebagai Majid Zatmo Setio (31), warga Sukodono, Sidoarjo.
BACA JUGA:Gebrakan Khofifah: Trayek Bus Trans Jatim Lewat Wisata Batu, Pacet dan Cangar Cuma Rp 20 Ribu
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Mojokerto untuk proses lebih lanjut.
Selain minibus yang berhasil dievakuasi, tim SAR yang melanjutkan pencarian juga menemukan satu unit mobil jenis pickup yang masih tertimbun longsor. Sebelum operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 19.00 WIB, tim berhasil mengidentifikasi keberadaan satu orang di dalam kendaraan tersebut yang juga dalam kondisi meninggal dunia. Namun, korban belum dapat dievakuasi karena kondisi medan yang sulit.
“Mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi tanah yang labil di lokasi, dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Oleh karena itu, pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” ujar Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator dalam operasi ini.
BACA JUGA:Tak Hanya di Pacet, Ini Daftar Kecelakaan Maut Karnaval Agustusan dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam upaya pencarian dan evakuasi ini, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Malang ke lokasi sejak siang hari, disusul oleh tim tambahan dari Kantor SAR Surabaya pada sore harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: