Fair Trade Donald Trump Resmi Berlaku, Ini Respon Kadin Surabaya

Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kenaikan tarif ekspor sedikitnya 10 persen ke seluruh negara, termasuk Indonesia-Tangkapan Layar [email protected]
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja menandatangani kebijakan perdagangan baru. Kebijakan yang diberi nama "The Fair and Reciprocal Plan" itu diprediksi bakal membawa dampak ke semua perdagangan dunia. Indonesia pun bisa kena dampaknya.
Hal ini yang langsung direspon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya H.M. Ali Affandi L.N.M. Menurut Mas Andi, sapaan akrabnya, kebijakan baru Donald Trump itu bakal berdampak besar terhadap perdagangan dunia, termasuk indonesia.
"Ini adalah rencana besar untuk mengubah cara Amerika berdagang dengan dunia. Inti dari kebijakan ini adalah keinginan Amerika untuk memperbaiki ketimpangan dalam hubungan dagangnya dengan negara lain. Amerika ingin semua negara memberikan perlakuan yang adil dan seimbang dalam perdagangan," kata Andi sebagaimana dirilis yang diterima Harian Disway, Kamis 3 April 2025.
Dalam kebijakan baru itu, Donald Trump ingin ketika Amerika membuka pasar dan menurunkan pajak impor (tarif), maka negara lain juga harus melakukan hal yang sama. Jika tidak, Amerika akan mulai menaikkan tarif untuk melindungi produknya sendiri.
"Dari kebijakan ini banyak yang bertanya pada saya, apa pengaruh kebijakan ini bagi Indonesia? Apakah ini menjadi ancaman, ataukah peluang untuk bangkit? Menurut saya, ketika 'Amerika Main Keras, Indonesia Perlu Main Cerdas'," katanya.
Ketua Kadin Kota Surabaya Ali Affandi saat memberikan sambutan di acara Market Sounding 2.0 Kota Lama Surabaya, di Pos Bloc, Rabu, 24 Juli 2024.-Martinus Ikrar Raditya-Harian Disway -
Menurut Andi, peraturan yang baru disahkan Donald Trump ini membuat dunia usaha jadi penuh ketidakpastian. Rantai pasokan bisa terganggu. Harga bahan baku bisa naik. Negara-negara seperti Indonesia bisa ikut kena imbasnya.
Indonesia memang bukan target utama dalam kebijakan ini. "Namun tetap saja kita perlu waspada," tegasnya.
Salah satu yang harus diwaspadai adalah Indonesia bisa terkena side effect dari negara-negara yang terdampak langsung tarif bea masuk Amerika, misalnya Tiongkok dan India.
Ketika dua negara itu dikenai tarif tinggi oleh Amerika, produk mereka bisa saja membanjiri negara lain (termasuk Indonesia) dengan barang murahnya. Akibatnya, produk lokal bisa kalah saing.
Selain itu, kalau perdagangan global terganggu, permintaan ekspor Indonesia bisa ikut turun. Ini berbahaya, terutama bagi sektor seperti tekstil, makanan olahan, dan elektronik ringan yang banyak bergantung pada pasar luar negeri.
Meskipun begitu Andi meminta masyarakat tetap optimistis. Ia mengingatkan pepatah "di balik tantangan, ada peluang".
"Kita jangan hanya fokus pada ancamannya. Kita harus bisa memanfaatkan momentum dan tantangan ini menjadi peluang. Perusahaan-perusahaan besar dari Amerika dan Eropa akan mencari negara baru untuk produksi barang," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: